Laporkan Penyalahgunaan

Popular Posts

Contac Us

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

Jumlah Pengunjung

Arsip

Labels List

Follow by Email

Kelas Growth Blogger dari Growthing.id

Popular

Ada apa dengan derakata.com?

2 komentar
Ada apa dengan derakata.com

Baiklah kali ini aku akan bercerita bagaimana awalnya aku terjerumus ke dunia blog. Tulisanku kali ini adalah penerapan dari ilmu story telling yang disampaikan oleh Pak Bambang Irwanto di KGB. Semoga dari apa yang aku tulisan ini bisa menjadi motivasi dan inspirasi, bahwa siapapun bisa asalkan berusaha. Setiap usaha pasti akan menemukan muaranya.

Derakata.com dan segala cerita tentangnya

 Kenapa ngeblog?

Jadi begini, saat kuliah aku dulu aktif di lembaga penerbitan kampus. Karierku di lembaga penerbitan kampus cukup berkibar, aku sempat menjadi pimpinan redaksi. Mohon maaf bukan bermaksud takabur ya...Dulu terpilih jadi pimred karena yang lain menolak, jadi aku terpilih bukan karena prestasi tapi karena sudah tidak ada pilihan lagi. 

Bagiku ini adalah tugas yang cukup berat, namun tidak seberat dalam menghadapi masalah kehidupan. Tapi meskipun demikian aku juga harus tetap memastikan bahwa majalah kampus terbit tepat waktu. Jika sampai telat tentulah aku sebagai pimred yang akan jadi sorotan. Menjadi sorotan tentu saja tidak enak ya secara aku adalah orang biasa yang jauh dari kata sempurna. 

Maka demi memastikan agar majalah terbit tepat waktu maka aku menjadi pimred yang super tegas. Jika mendekati deadline maka aku akan berubah menjadi debt collector yang selalu menagih tulisan kepada anggota redaksiku. Entahlah apa yang mereka rasakan mungkin hidupnya merasa tidak tenang, makan tak enak tidur pun tak nyenyak. Tapi mau bagaimana lagi hal tersebut terpaksa aku lakukan demi amanah yang aku emban.

Singkat cerita setelah menikah, aku ikut suami dan tinggal di desa. Setelah itu komunikasi dengan teman-teman kuliah terputus. Maklum saat itu perkembangan sosmed tidak seperti sekarang. Duh nih jadi ketahuan deh umurnya. Lanjut cerita ya, setelah hampir dua tahun lebih kehilangan komunikasi dengan teman-teman. Tiba-tiba aku dipertemukan lagi dengan grup wa teman-teman kuliah. 

Nah, disitulah akhirnya aku bertemu lagi dengan teman yang dulu jadi anggota redaksiku. Kemudian kami saling bertanya kabar, sudah nikah belum, kerja dimana, punya anak berapa? Ketika sampai pertanyaan kerja dimana inilah temanku menjawab bahwa dia bekerja di salah satu media cetak yang ada di Jawa Timur. Setelah itu kemudian diapun nyeletuk "Mbak tanganmu gak gatel nulis maneh ta?". Deg perkataan temanku tadi akhirnya benar-benar membuat tanganku gatal untuk kembali menulis. Tanganku yang selama ini hanya aku gunakan untuk ngucek kumbahan akhirnya mulai aku gunakan lagi untuk memencet tombol keyboard.

Selain hal tersebut hal yang membuatku kembali bersemangat menulis adalah ketika beberapa tahun tak bertemu lalu aku mengetahui info teman-temanku melalui Facebook. Saat membuka halaman Facebook. Diriku langsung terhenyak, temanku tulisannya viral di Facebook dan sudah di share ribuan kali. Selanjutnya jiwa kepoku pun meronta, akhirnya aku membuka akun profil Facebooknya.

Ternyata di sana sudah banyak tulisannya yang dishare oleh ribuan orang. Aku hanya diam melongo melihat pencapaiannya. Itu belum cukup, ada satu lagi postingan yang membuatku tidak hanya melongo tetapi juga tertampar. Yah, saat itu teman masa kecilku memposting sebuah buku yang merupakan buku solonya. Melihat hal tersebut diriku merasa tertampar berkali-kali. Aku merasa ngapain saja aku selama ini. Apakah aku terlalu banyak rebahan sambil ngunyah rengginan? Hingga teman-temanku sudah banyak yang berprestasi tapi aku masih tetap disini dan belum menemukan potensi. 

Hal-hal inilah yang kemudian melecutkan semangatku untuk kembali menulis. Awal menulis aku tidak langsung ngeblog tapi mengikuti lomba-lomba gratis. Dari lomba-lomba gratis inilah akhirnya mengantarkanku ke dunia blog. Jadi saat itu saat aku membuka instagram ada sebuah lomba blog dan 50 pengirim pertama dapat uang 50 ribu. Karena pancingan inilah kemudian aku memutuskan membuat blog. 

Jika ada lomba blog dan pengirim tercepat dapat uang 50 rb aku langsung gercep buat ikutan. Maklum saat itu aku juga menyadari bahwa kemampuanku masih dibawah standar jadi gak berani berharap lebih, bahkan sampai sekarang juga belum nambah hehe.... Menjadi pengirim tercepat merupakan pencapaian yang luar biasa bagiku. Hingga Berawal dari lomba-lomba tersebut akhirnya wawasan tentang dunia blog mulai terbuka dan aku mulai mencari-cari informasi tentang dunia blog.

Hal yang mendasari tetap berada di dunia blog

Hal yang mendasariku tetap berada di dunia blog adalah ingin punya catatan dalam hidup. Rene Descrates pernah berkata bahwa saya berfikir maka saya ada. Maka dari itu aku juga demikian, blog merupakan eksistensi bahwa aku pernah ada di dunia ini. Selain itu dengan blog ini aku juga ingi menjadi orang yang bermanfaat. Bukankah ada banyak kebaikan yang kita bagi melalui tulisan? Selanjutnya tidak dipungkiri lagi alasanku untuk tetap bertahan di dunia blog adalah untuk menghasilkan cuan. Alasan ini sangat pragmatis tapi mampu memacu semangat menjadi berlipat-lipat hehe...

Alasan memilih domain

Bagiku memilih domain itu cukup sulit, sesulit diriku saat memantapkan pilihan hati eaea.....Jadi ketika memilih domain ini aku butuh waktu yang cukup lama. Tidak cukup sehari ataupun dua hari, butuh waktu berhari-hari sebab nama adalah doa. Nama merupakan harapan untuk masa depan. Maka dari itu setelah mengingat hal-hal penting tentang pentingnya domain, menimbang berbagai pilihan nama akhirnya aku memutuskan memilih derakata sebagai nama domainku. Adapun alasannya adalah supaya ketika aku menulis nanti bisa dengan mudah dan lancar dalam menuangkan ide-ide yang ada dipikiranku. Derakata ibarat kata-kata yang terus menderaku, sehingga aku tidak pernah kehabisan ide untuk menulis.

Alasan Mantap membeli domain

Kalau hal ini begini ceritanya, seperti yang kuceritakan diawal tadi bahwa aku ini adalah pemburu lomba-lomba blog yang salah satu pemenangnya diambil dari pengirim tercepat. Nah, suatu hari ketika aku mau mengikuti sebut lomba blog. Saat aku baca syaratnya ternyata blog yang boleh mengikuti adalah yang TLD yang blogspot tidak boleh ngikut. Melihat ini akupun gigit jari. Oya ketika ingin mengetahui lebih lanjut tentang dunia blog di Facebook aku bergabung dengan komunitas-komunitas bloggers. Di komunitas tersebut sering sekali di share job buat bloggers. Tapi semua job tersebut harus menggunakan domain TLD. Melihat kenyataan ini aku merasa orang yang di PHP. Punya blog tapi gak bisa buat daftar job bloggers. Ibarat orang ke pasar. Sudah ketemu dengan barang yang cocok tapi duitnya kurang. Jadi hanya bisa memandang tapi tidak bisa membawa pulang. Haduh sakitnya tuh dimana-mana, di hati dan juga pikiran. Melihat kenyataan yang demikian membuatku semakin mantap untuk membeli domain. Supaya penderitaanku tidak berkelanjutan.

Isi blog

Kalau ditanya tentang nice blog aku bingung mau jawab apa, sebab semua jenis tulisan ada. Jadi intinya blogku ini gado-gado. Tulisan kuliner, motivasi, kesehatan, gaya hidup semuanya ada. Memang terkadang ide tulisan yang muncul itu selalu berbeda-beda. Makanya blogku ini hampir sama dengan isi kepalaku. Karena biasanya apa yang aku pikiran itulah yang aku buat jadi tulisan. 

Harapan terkait dengan domain

Sama seperti yang orang lain harapkan, yaitu semoga blog ini membawa kebermanfaatan dan juga menghasilkan cuan. Jujur aku memang tidak bisa memungkiri salah satu tujuan ngeblog adalah supaya bisa mendapatkan penghasilan. Harapannya lagi penghasilan dari blog bisa digunakan untuk menanamkan kebaikan-kebaikan lain yang bisa menjadi ladang padahal setelah aku tiada.

Sekiranya, cukup sekian dulu curhatanku. Semoga ada kebaikan yang bisa diambil dari sana. 


Related Posts

2 komentar

  1. akhirnya aku jadi tau sejarah nama derakata.
    biasanya kalau udah passionnya, mau ditinggal selama apapun jika suatu saat ada kesempatan lagi, pasti akan langsung on gitu ya mba

    BalasHapus
  2. Semangat mbak, semoga dimudahkan ya langkahnya di dunia blogging. Memang nggak mudah, nano-nano tapi insya Allah hasilnya manis ya..salam kenal dari Semarang..

    BalasHapus

Posting Komentar