Teori Masuknya Agama Islam di Nusantara

         Sumber gambar : Pixabay.com
Selama ini mungkin kita bertanya-tanya tentang kapan dan bagaimana caranya agama Islam bisa masuk ke Nusantara. Nah berikut ini saya akan mengulas secara singkat tentang teori masuknya agama Islam dan juga saluran-saluran yang digunakan untuk menyebarkan agama Islam.
Ada beberapa pendapat tentang tahun masuknya Islam ke Indonesia
1. Islam masuk pada abad ke 7
Hal ini berdasarkan berita dari Arab bahwa pada abad ke 7 kerajaan Sriwijaya telah menjalin kerjasama dengan kerajaan Arab.
2. Islam masuk pada abad ke 11
Hal ini berdasarkan penemuan batu nisan Fatimah binti Maimun di leran, Gresik, Jawa tahun yang berangka tahun 1802 M
3. Islam masuk abad Ke 13
Hal ini didasarkan pada berdirinya kerajaan Islam pertama yakni  Samudera Pasai.
Dari sini kemudian disimpulkan bahwa agama Islam kemungkinan masuk ke Indonesia pada abad ke 7 namun mulai berkembang pesat pada saat berdirinya kerajaan Islam di abad ke 13
Teori  masuknya agama Islam di Nusantara
1. Teori Gujarat
Pendukung dari teori ini adalah snouck Hurgronje. Ada dua bukti mengenai masuknya Islam dari Gujarat
1. Berita dari Marcopolo, penjelajah dari Venesia, Italia. Dalam catatan perjalanannya, pada tahun 1292 ia berkunjung ke samudra pasai dan menemukan banyak pedagang Gujarat. Selain berdagang pedagang Gujarat ini juga turut menyebarkan agama Islam.
2. Adanya persamaan batu nisan Sultan Malik Al Saleh raja dari samudera pasai dengan bentuk nisan di Gujarat
2. Teori Arab
Pendukung dari teori ini adalah Hamka. Bukti mengenai Islam berasal dari Arab adalah:
1. Adanya persamaan gelar Al- Malik, dimana gelar ini banyak digunakan di Mesir
2. Adanya persamaan mashaf Syafii, yang saat itu berkembang di Arab
3. Teori Persia
Pendukung dari teori ini adalah Hosein Djajadiningrat. Bukti mengenai Islam berasal dari Persia adalah
1. Adanya persamaan upacara Tabuik, yakni upacara memperingati meninggalnya cucu nabi Muhammad, Husein di Padang Karbala
2. Adanya persamaan ajaran dari Al hallaj dengan syekh Siti Jenar
Saluran proses islamisasi
1. Perdagangan
Saat menunggu angin  untuk kembali ke negara asalnya para pedagang tinggal sementara dipersidangan pantai. Selama tinggal dipersidangan pantai inilah terjadi interaksi antara para pedagang dan penduduk setempat. Dari interaksi inilah penduduk setempat mengenal agama Islam
2. Perkawinan
Salah satu contohnya adalah perkawinan Brawijaya V dengan Putri Campa yang melahirkan Raden Patah. Raden Patah adalah pendiri dari Kerajaan Demak.
Selain itu ada pula perkawinan antara Puri prabu Siliwangi yakni Rara Santang dengan Syarif Abdullah yang kemudian melahirkan Syarif Hidayatullah/Sunan Gunung Jati.
3. Dakwah
Dakwah ini dipulau Jawa dilakukan oleh wali songo. Nama-nama wali songo adalah sebagai berikut, sunan Ampel yang memiliki nama asli Raden Rahmat, Sunan Kudus yang memiliki nama asli Ja'far Shodiq, Sunan Giri, Sunan Muria, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Drajat, Sunan Gunung Jati/ Syarif Hidayatullah, Sunan Bonang, Sunan Kalijaga. Sedangkan di Makassar ajaran Islam disebarkan oleh Datuk RI Bandang.
4. Pondok pesantren
Pondok pesantren adalah sistem pendidikan Islam tertua yang ada di Indonesia. Di dalam pondok pesantren inilah para anak muda mendalami ilmu agama. Salah satu pondok pesantren yang didirikan oleh wali songo adalah pesantren Ampel Denta. Pondok pesantren ini didirikan oleh Sunan Ampel.
5 Tasawuf
Tasawuf adalah ajaran ketuhanan yang bercampur dengan mistis.

4 Ide Olahan dari Tempe

        Sumber gambar : Pixabay.com

Sebagai ibu rumah tangga salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah memasak. Kegiatan rutin ini terkadang membuat ibu rumah tangga kebingungan hal ini karena harus berpikir untuk menyiapkan menu berbeda setiap harinya. Karena menu yang monoton akan membuat selera makan keluarga menurun. Oleh karenanya ibu rumah tangga harus pandai-pandai menyiapkan menu yang bervariasi.

Mungkin sebagian dari kita berpikir menu yang bervariasi hanya bisa disediakan jika memiliki dana yang lebih. Tetapi sebenarnya dengan sedikit kreativitas saja bahan makanan yang sama bisa kita oleh menjadi masakan yang berbeda. Jadi intinya menu yang bervariasi tidak hanya tergantung pada dana yang dikeluarkan tetapi juga pada kreativitas kita dalam mengolah masakan.

Nah berikut ini saya akan berbagi ide lauk makan yang bahan dasarnya menggunakan tempe.

1. Dibuat tempe penyet
Untuk membuat tempe penyet caranya cukup gampang. Tempe kita Potong-potong selanjutnya digoreng. Jika kita menginginkan tempe ada rasa sedikit asin dan gurih kita bisa gunakan bawang putih, garam dan penyedap untuk tempe goreng kita. Tapi jika digoreng tanpa bumbu pun tempe ini nanti rasanya akan tetap enak, karena tempe ini akan dipengaruhi diatas sambal. Kita ketahui sambal memiliki rasa yang pedas gurih, jadi tempe yang dipengaruhi tadi juga akan memiliki rasa yang pedas serta gurih.

2. Dibuat balado
Pertama potong kecil-kecil tempe atau juga bisa dipotong dadu. Setelah itu goreng tempe hingga benar-benar garing. Selanjutnya kita siapkan bumbunya. Bumbunya cukup sederhana saja yakni, cabai merah, bawang merah, bawang putih. Semua bumbu tadi dihaluskan kemudian digoreng. Setelah bumbu matang masukkan tempe tambahkan garam dan penyedapnya lalu aduk-aduk hingga bumbu merata. Setelah kurang lebih 15 menit angkat dan sajikan.

3. Dibuat semur
Jika dibuat semur tempe tidak usah digoreng hal ini supaya bumbunya bisa lebih meresap. Pertama yang kita lakukan adalah potong-potong tempe lalu sisihkan. Setelah itu siapkan bumbunya. Bumbu untuk membuat masakan ini adalah bawang merah, bawang putih, dan merica. Haluskan semua bumbu tadi selanjutnya kita goreng. Setelah bumbunya matang tambahkan air kira-kira 2 gelas. Lalu masukkan tempe, garam dan juga penyedapnya. Selanjutnya masak hingga mendidih.

4. Dibuat perkedel
Selain kentang tempe juga enak dibuat perkedel. Sebelumnya tempe dipotong-potong lalu dikukus setelah itu dihaluskan. Kemudian siapkan bumbunya yang terdiri dari bawang merah, bawang putih dan merica. Haluskan semua bumbu tadi setelah itu masukkan bumbu ke mangkuk. Lalu masukkan tempe, sedikit tepung terigu, telur, garam dan penyedap. Aduk-aduk hingga semua tercampur. Setelah itu bentuk adonan bulat pipih, kemudian digoreng.

Nah itulah tadi beberapa ide olahan dari tempe. Semoga bermanfaat. Selamat mencoba!

Tips membuat bakso yang kenyal dan gurih

      Sumber gambar : Pixabay.com

Bakso adalah kuliner yang sudah sangat familiar bagi lidah bangsa Indonesia. Makanan ini adalah favorit bagi semua kalangan. Tidak hanya anak-anak orang tua pun sangat menyukai kuliner  ini. Bakso sangat cocok dimakan dalam kondisi apapun. Baik hujan maupun panas. Saat hujan bakso bisa menghangatkan badan, saat kemarau memakan bakso bisa memberikan kesegaran. Selain itu bakso adalah makanan yang sangat ampuh untuk melegakan hidung yang sedang terkena flu.

Makanya tidak heran jika orang terkena flu maka makanan yang dipilih adalah bakso. Karena setelah memakan bakso maka badan langsung berkeringat lalu hidung yang tersumbat jadi lega.

Memang untuk mencari bakso tidaklah sulit karena hampir disetiap tempat kita bisa menemukan makanan bakso. Namun demikian, tidak ada salahnya juga jika kita membuat bakso sendiri. Karena dengan membuat bakso sendiri kita bisa menentukan kualitas bahan yang kita gunakan dan kita juga bisa menentukan rasa  sesuai keinginan kita.

Nah berikut ini adalah tips membuat bakso yang gurih dan kenyal

1. Perbandingan daging dengan tepung terigu
Banyak orang beranggapan bahwa membuat bakso sendiri lebih sulit karena sering hasilnya lembek dan bentuknya tidak bulat penuh. Padahal sebenarnya membuat bakso sangatlah mudah. Yang terpenting kita memahami caranya dengan benar. Untuk menghasilkan pentol bakso yang enak dan gurih perpandingan tepung terigu dan daging giling 1: 2. Jadi harus lebih banyak dagingnya dibanding dengan tepung terigu. Jika lebih banyak tepung terigu rasanya kurang enak.

2. Tambahkan baking soda untuk agar pentol kenyal
Selama ini ada yang menggunakan tepung kanji untuk membuat tekstur pentol kenyal. Sayangnya perbandingan yang tidak sesuai antara tepung terigu, daging giling dan tepung kanji justru membuat pentol bentuknya tidak beraturan dan sangat kenyal. Oleh karenanya, supaya lebih mudah kita bisa gunakan baking soda dan putih telur.

3. Tambahkan es batu
 Pada saat menggiling daging tambahkan es batu. Biar lebih mudah dan mesin penggiling tidak terlalu keras bekerja, sebaiknya es dipecah kecil-kecil atau diserut. Fungsi dari es batu ini adalah untuk menjaga suhu, karena saat digiling suhu daging akan naik. Suhu yang tinggi akan merusak kandungan protein, dengan menggunakan es batu maka suhu akan turun sehingga protein daging tidak rusak

4. Bumbu
 Dan untuk membuat rasa daging sapi semakin gurih tambahkan pula bawang goreng saat  penggilingan. Setelah daging giling selasai dicampur dengan teoung terigu dan juga bumbung. Selanjutnya bentuk bulat-bulat, untuk lebih mudah lapisi tangan dengan plastik.

5. Proses perebusan
 Lalu masukkan bulatan pentol ke air hangat, kemudian didihkan kembali. Tanda dari perilaku yang sudah matang adalah mengapung. Setelah itu angkat pentol selanjutnya masukkan kembali kedalam air es. Dengan cara ini maka pentol yang dihasilkan tidak akan lembek dan tetap kenyal.

6. Pembuatan kaldu
 kuah kaldunya rebus daging sapi dan juga potong tulang sapi. Selanjutnya tambahkan bawang merah, bawang putih dan merica yang telah dihaluskan. Supaya daging sapi cepat empuk,, maka sebelum direbus dipukul-pukul dulu daging tersebut supaya seratnya hancur. Semakin lama merebusannya maka akan semakin empuk dagingnya serta semakin gurih kuahnya

Keluarga Sebagai Penggerak Budaya Literasi




Sumber gambar : Pixabay.com
Keluarga merupakan pondasi pertama dalam menanamkan pendidikan. Dalam keluarga, anak memperoleh pendidikan pertama tentang tata cara menjalani kehidupan. Mereka akan diajarkan tentang beragam nilai dan norma dalam masyarakat. Sehingga nantinya sang anak bisa menjalani kehidupan sesuai dengan tata cara dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Oleh karenanya peran keluarga terutama orang tua sangatlah penting dalam penanaman karakter anak. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan oleh keluarga ini nantinya akan melekat pada diri anak dan akan menjadi kepribadiannya.

Diera ini selain menanamkan nilai-nilai dasar dalam kehidupan masyarakat. Keluarga juga memiliki peran tambahan yakni menanamkan pendidikan literasi kepada anak-anaknya. Memang seyogyanya pula pendidikan literasi tidak hanya dilakukan oleh pihak sekolah. Namun keluarga juga harus menjadi pionir dalam menanamkan pendidikan literasi. Pendidikan literasi ini penting sekali karena bisa mengasah pola pikir anak. Sehingga di masa depan anak-anak memiliki filter untuk memilah-milah informasi yang benar. Tanpa dibekali kemampuan literasi yang baik anak-anak kita akan menjadi korban dari berita-berita yang tidak bertanggung jawab. Berdasarkan dari data UNESCO bangsa Indonesia hanya memiliki minat baca sebesar 0,001%. Ini artinya diantara 1000 orang, hanya ada 1 orang yang memiliki minat baca. Hal ini tentunya menjadi pemacu kita untuk menggiatkan gerakan literasi.

Tidak dipungkiri saat ini semakin banyak keluarga yang mulai melakukan gerakan literasi sejak dini kepada buah hatinya. Mereka menginginkan agar anak sejak dini mencintai buku-buku. Sehingga nanti menjadikan buku sebagai salah satu kebutuhannya. Dan mendekatkan anak pada buku merupakan salah satu cara yang ampuh agar anak tidak mengalami ketergantungan terhadap gawai. Telah kita ketahui bersama bahwa pengaruh gawai sangatlah tidak baik bagi perkembangan anak. Baik perkembangan secara sosial maupun secara motorik. Bahkan kecanduan gawai bisa menyebabkan anak mengalami tantrum yang berlebihan. Baru-baru ini juga ada sebuah pemberitaan di media bahwa puluhan anak di Semarang, Jawa Tengah mengalami gangguan mental akibat kecanduan bermain game. Hal ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi kita tentang dampak negatif gawai bagi anak kita. Selain itu pula penggunaan gawai juga menyebabkan anak kurang beraktivitas di luar sehingga menyebabkan anak kurang bersosialisasi dengan temannya dan juga bisa menyebabkan anak obesitas. Karena anak kurang melakukan aktivitas yang membakar kalori.


Bagi orang tua yang memiliki dana untuk menanamkan kegiatan literasi bisa sangat mudah memberi buku-buku yang berkualitas dengan harga yang fantastis. Tetapi sebenarnya banyak pula buku yang memiliki harga standar tetapi kualitasnya juga cukup bagus. Sebenarnya kita bisa menyesuaikan harga buku dengan isi kantong kita. Hal yang terpenting adalah niat kita. Dengan niat yang sungguh-sungguh maka harga bukanlah halangan.  Karena di zaman sekarang buku adalah sebuah prioritas bagi sang anak. Buku bukan lagi kebutuhan sekunder, namun sudah menjadi kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh keluarga. Dengan membekali anak dengan kemampuan literasi yang baik, maka dimasa mendatang anak akan tubuh menjadi pribadi yang penuh percaya diri, kreatif dan tentunya memiliki daya nalar dan analisis yang bagus. Sehingga hal ini bisa membantu sang anak untuk memperoleh masa depan yang gemilang.
                                                   
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menyediakan buku-buku sebagai penunjang kegiatan literasi bagi anak:

Pertama,  menabung harian.  Tidak perlu nominal yang banyak, yang penting tiap hari rutin menabung maka akan terkumpul uang yang cukup banyak untuk membeli buku. Misalnya saja, setiap hari rutin menabung Rp 2000, maka dalam satu bulan akan terkumpul uang sebesar Rp 60.000,. Dengan jumlah uang tersebut maka kita bisa membeli 1-2 buku hingga lebih tergantung dari harga bukunya.

Kedua, mengikuti arisan buku. Dengan mengikuti arisan buku maka akan memudahkan kita untuk membuat anggaran dana untuk membeli buku. Dan jika harga buku mahal, maka akan dengan mudah terjangkau. Sehingga dengan demikian tidak begitu menganggu keuangan keluarga.

                                                         
Ketiga, membeli buku dengan cara kredit. Cara ini bisa kita lakukan jika kita belum memiliki cukup uang untuk membeli buku-buku. Tetapi memang tidak semua penjual buku menggunakan sistem ini. Oleh karenanya, kita harus mencari penjual buku yang bisa dibeli dengan cara kredit.

Keempat, mengajak anak ke taman bacaan. Dengan cara ini kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli buku. Kita tinggal mengajak anak kita pergi ke taman bacaan. Biasanya di taman bacaan tidak dikenakan biaya masuk. Semua anak boleh membaca buku yang disediakan tanpa dipungut biaya. Tetapi jika ingin membacanya di rumah kita bisa melakukan peminjaman.


                                  
                                               Sumber gambar : Pixabay.com
Setelah mengenalkan anak dengan buku-buku, tahap selanjutnya adalah mengajarkan anak untuk menuliskan informasi yang diperoleh. Cara pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan membiasakan anak-anak untuk menulis buku harian. Kita ajarkan supaya anak menuliskan kegiatan sehari-hari. Setelah anak terbiasa menuliskan kegiatan sehari-hari, selanjutnya diarahkan untuk menuliskan kembali informasi-informasi yang telah diterima dengan bahasanya sendiri.

            Ketika anak sudah terbiasa menuliskan informasi yang didapat. Langkah selanjutnya, ajarkan anak untuk berani menyampaikan informasi yang telah diperoleh secara lisan. Ajarkan anak untuk terbiasa berdiskusi sehingga dengan cara ini informasi yang disimpan di otak bisa tergali. Dengan terlatih berdiskusi maka akan semakin membuat daya nalar semakin berkembang. Sehingga bisa menyaring informasi-informasi yang bermanfaat dan membuang informasi yang tidak akurat.

Penanaman budaya literasi sejak dini memiliki manfaat yang luar biasa bagi perkembangan tumbuh kembang sang anak. Berikut ini adalah manfaat penanaman budaya literasi sejak dini bagi sang anak:

Pertama, menambah kosakata anak. Ketika membaca buku maka anak akan mengenali berbagai macam kosakata. Semakin banyak anak mengenal kosakata maka anak akan memiliki perbendaharaan kosakata yang cukup banyak. Dengan demikian maka anak akan mudah dalam berkomunikasi. Sehingga dimasa mendatang anak memiliki kemampuan yang cukup ketika harus melakukan komunikasi dengan banyak orang.

Kedua, meningkatkan kemampuan kognitif anak. Dengan membaca buku maka ilmu pengetahuan sang anak akan bertambah. Buku-buku tersebut akan menyajikan aneka macam ilmu pengetahuan. Sehingga semakin banyak buku yang dibaca maka akan semakin banyak pula pengetahuan yang didapat.

Ketiga, meningkatkan kemampuan analisa anak. Semakin banyak membaca, maka akan semakin banyak pula informasi yang diperoleh sang anak. Dengan demikian anak tidak akan mudah terpengaruh dengan informasi-informasi yang tidak bertanggung jawab. Karena anak yang memiliki banyak informasi tidak akan begitu saja percaya terhadap informasi yang diperoleh. Ia akan mencari berita pembanding untuk menilai apakah informasi tersebut akurat atau tidak.

Keempat, meningkatkan daya imajinasi anak. Dengan membaca banyak buku maka anak akan memiliki beragam gambaran dari informasi yang diterima. Hal ini nantinya yang akan membuat kemampuan imajinasi anak semakin berkembang. 

Mengingat pentingnya peranan literasi bagi perkembangan sang anak. Maka seyogyanya keluarga menjadi fasilitator pertama dalam penyediaan bahan-bahan kegiatan literasi. Karena merawat anak tidak hanya cukup memberi asupan makanan yang bergizi tetapi buku-buku yang bergizi juga memegang peranan penting bagi keberhasilan anak dimasa mendatang. Dengan kemampuan literasi yang baik, maka generasi kita akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan memiliki daya nalar yang tinggi. Hal ini tentunya bermanfaat sekali bagi kemajuan bangsa kita. Karena salah satu indikator kemajuan bangsa ditentukan dengan tingginya budaya literasi.


 #SahabatKeluarga
 #LiterasiKeluarga