Laporkan Penyalahgunaan

Popular Posts

Contac Us

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

Jumlah Pengunjung

Arsip

Labels List

Kelas Growth Blogger dari Growthing.id

Popular

Deadline Mepet, Mata Sepet. Pengalaman yang Bikin Aku Lebih Peduli dengan Kesehatan Mata

Posting Komentar

Kalau dipikir-pikir, kesehatan mata sering kali baru benar-benar terasa penting ketika mulai bermasalah. Aku sendiri baru menyadarinya saat sedang berada di momen yang cukup menegangkan, yaitu ketika dikejar deadline pekerjaan menulis.

Waktu itu pekerjaanku sebenarnya tinggal sedikit lagi selesai. Aku sudah menyusun target, kalau hari itu semuanya beres, besok tinggal revisi dan mengirim hasilnya. Karena itu, sejak pagi aku fokus di depan laptop. Hampir semua aktivitas hari itu dihabiskan dengan membaca referensi, mengetik, mengedit tulisan, lalu kembali mengecek hasilnya. Bisa dibilang, hampir tidak ada jeda karena aku benar-benar ingin menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Namun, di tengah kesibukan itu aku mulai merasa ada yang berbeda dengan mataku.

Gejala Mata Kering 

Awalnya memang terasa ringan, jadi aku tidak terlalu menghiraukannya. Tapi semakin lama, gejala yang muncul justru semakin mengganggu.

Gejala yang aku rasakan saat itu antara lain:

- Mata terasa sepet, seperti ada yang mengganjal.

- Mata terasa perih, terutama ketika terus menatap layar laptop.

- Mata terasa tidak nyaman sehingga sulit mempertahankan fokus saat bekerja.

Karena berpikir hanya kecapekan biasa, aku tetap memaksakan diri untuk bekerja. Aku berharap rasa tidak nyaman itu akan hilang dengan sendirinya. Ternyata aku salah. Semakin dipaksa, mata justru semakin terasa tidak nyaman. Aku mulai sering berhenti mengetik, memejamkan mata beberapa saat, lalu mencoba melanjutkan lagi. Tetapi tetap saja konsentrasiku tidak maksimal.

Di situlah aku mulai merasa panik.

Deadline semakin dekat, sementara pekerjaan yang seharusnya hampir selesai malah berjalan sangat lambat. Biasanya aku bisa menyelesaikan beberapa halaman dalam waktu singkat, tetapi saat itu satu paragraf saja terasa berat karena mataku terus terasa sepet dan perih.

Jujur, aku cukup kesal dengan keadaan itu. Rasanya seperti sudah menyiapkan semuanya dengan baik, tetapi ada hal yang tidak terduga justru menghambat. Bukan karena idenya habis atau semangatnya hilang, melainkan karena mata terasa tidak nyaman.

Akhirnya aku memutuskan berhenti sejenak. Daripada terus memaksakan diri, aku memilih mencari tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi.

Aku mulai browsing dan membaca beberapa artikel tentang gejala yang sedang aku alami. Aku sengaja mencari informasi karena tidak ingin asal menggunakan produk mata. Menurutku, penting mengetahui penyebabnya terlebih dahulu, karena setiap gangguan mata bisa memiliki penanganan yang berbeda.

Setelah membaca beberapa sumber, ternyata yang aku alami sangat mirip dengan gejala mata kering. Saat itu aku juga baru tahu kalau terlalu lama menatap layar laptop atau gadget bisa menjadi salah satu penyebab mata menjadi kering karena kita cenderung lebih jarang berkedip.

Pengalaman itu benar-benar membuka wawasanku. Selama ini aku terlalu fokus mengejar pekerjaan sampai lupa kalau mata juga membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Tips Meringankan Gejala Mata Kering 

Sambil mencari solusi, aku mulai mencoba beberapa cara sederhana untuk membantu meredakan gejala mata kering.

Yang pertama, aku berhenti menatap layar selama beberapa menit agar mata bisa beristirahat.

Yang kedua, aku mencoba lebih sering berkedip. Ternyata ketika terlalu fokus bekerja, tanpa sadar frekuensi berkedip memang berkurang sehingga mata terasa lebih cepat kering.

Aku juga sesekali mengalihkan pandangan ke objek yang jauh supaya mata tidak terus-menerus fokus pada layar laptop.

Selain itu, aku memperbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi dan berusaha tidak mengucek mata meskipun terasa tidak nyaman.

Cara-cara sederhana itu memang cukup membantu membuat mata terasa sedikit lebih rileks. Namun, aku masih merasa membutuhkan bantuan lain agar gejala mata kering yang kurasakan bisa lebih cepat mereda.

Karena itulah aku kembali mencari informasi mengenai produk yang memang digunakan untuk membantu meredakan gejala mata kering.

Insto Dry Eyes Solusi Bantu Atasi Gejala Mata Kering 

Dari hasil browsing, akhirnya aku menemukan Insto Dry Eyes. Aku membaca informasi mengenai produk tersebut dan merasa sesuai dengan kebutuhanku saat itu karena memang ditujukan untuk membantu meredakan gejala mata kering.

Akhirnya aku memutuskan untuk mencobanya.

Saat pertama kali digunakan, kesan yang langsung aku rasakan adalah sensasinya yang adem dan membuat mata terasa lebih nyaman. Setelah beberapa saat, rasa sepet dan perih yang sejak tadi mengganggu perlahan mulai berkurang. Mata terasa lebih lembap sehingga aku bisa kembali menatap layar tanpa rasa tidak nyaman seperti sebelumnya.

Tentu saja bukan berarti aku langsung kembali bekerja tanpa jeda. Pengalaman itu justru membuatku belajar bahwa menggunakan tetes mata saja tidak cukup jika kebiasaan kita tidak berubah.

Sejak saat itu, aku mulai menerapkan beberapa kebiasaan baru ketika harus bekerja lama di depan laptop.

Aku berusaha memberi jeda untuk mata secara berkala agar tidak terus-menerus menatap layar.

Aku juga mengingatkan diri sendiri untuk lebih sering berkedip, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup, serta mengurangi screen time ketika pekerjaan sudah selesai.

Kalau gejala mata kering mulai terasa lagi, aku tidak lagi menunggu sampai kondisinya semakin mengganggu. Aku memilih segera mengambil langkah agar aktivitas tidak ikut terganggu.

Buatku, pengalaman ini memberikan pelajaran yang cukup berharga.

Selama ini kita sering menjaga kesehatan tubuh dengan makan yang cukup dan beristirahat ketika lelah. Tetapi kesehatan mata juga tidak kalah penting, apalagi buat kita yang sehari-hari bekerja menggunakan laptop, komputer, atau gadget. Sebisa mungkin #BebasMataKering.

Mata adalah bagian penting yang mendukung hampir semua aktivitas. Ketika mata terasa nyaman, bekerja jadi lebih fokus, produktivitas tetap terjaga, dan pekerjaan pun bisa selesai sesuai rencana. Sebaliknya, ketika mata mulai terasa sepet dan perih, aktivitas sederhana sekalipun bisa terasa jauh lebih sulit.

Jadi sekarang aku tidak lagi menganggap remeh gejala mata kering. Kalau mulai muncul tanda-tanda seperti mata terasa sepet, perih, atau tidak nyaman setelah terlalu lama menatap layar, aku akan segera mengistirahatkan mata, menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana untuk membantu meredakannya, dan menggunakan #InstoDryEyes untuk membantu meredakan gejala mata kering.

Semoga pengalamanku ini juga bisa menjadi pengingat buat teman-teman yang sering bekerja di depan layar #MataSePeLeJanganSepelein. Jangan tunggu sampai mata benar-benar terasa sangat tidak nyaman. Yuk, mulai lebih peduli dengan kesehatan mata, karena mata yang nyaman membuat aktivitas sehari-hari berjalan lebih lancar dan produktivitas pun tetap terjaga.

Terbaru Lebih lama

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar