Diet kantong plastik untuk kesehatan dan kebersihan lingkungan

Diet kantong plastik

Kantong plastik adalah benda yang paling banyak digunakan untuk membungkus atau membawa barang. Adapun alasan orang lebih memilih menggunakan kantong plastik, diantaranya adalah praktis. Sebab plastik ringan, mudah dilipat dan mudah dibawa kemana-mana. Selanjutnya plastik ini harganya juga cukup murah dan juga cukup kuat. Namun dibalik itu semua, kantong plastik sangat berbahaya bagi kesehatan dan keseimbangan lingkungan. Maka dari itu kita harus mulai melakukan diet kantong plastik. Supaya jumlah sampah plastik tidak semakin menumpuk.

Diet kantong plastik merupakan langkah nyata untuk mengurangi efek samping dari bahaya sampah plastik. Dengan diet kantong plastik kita telah membantu mengurangi pemakaian minyak untuk membuat plastik dan juga menjaga kelestarian lingkungan dari habitat makhluk hidup lainnya. 

Kenapa harus melakukan diet kantong plastik

Berikut ini adalah alasan mengapa kita harus melakukan diet kantong plastik: 

1. Kantong plastik sulit terurai
Plastik memang sangat praktis digunakan. Namun plastik adalah bahan yang sulit terurai karena memiliki susunan rantai karbon yang panjang. Butuh 100 hingga 1000 tahun supaya plastik bisa terurai dengan sempurna dalam tanah. 

2. Plastik merusak lingkungan 
Ketikakantong plastik ini tida dipakai maka biasanya plastik akan dibuang. Sayangnya seringkali plastik dibuang secara sembarangan. Seperti dibuang di sungai atupun di kanal-kanal saluran air. Sampah kantong plastik yang dibuang secara sembarangan ini akan mengakibatkan tersumbatnya saluran air sehingga menimbulkan banjir saat musim hujan. Selain itu plastik juga membuat ekosistem sungai dan laut rusak. Ketika sampah dibakar akan menyebabkan polusi udara yang berbahaya bagi kesehatan. 

3. Berbahaya bagi hewan dan manusia 
Di dalam tanah sampah plastik akan terpecah menjadi partike-partikel kecil yang berbentuk petropolymer. Petropolimer ini akan mengkontaminasi tanah dan air yang merupakan tempat tumbuh-tumbuhan dan hewan. Jika tumbuhan ataupun hewan tersebut kita makan makan racun dari sampah plastik ini juga akan masuk ke dalam tubuh kita.

Sedangkan sampah plastik yang dibakar akan menimbulkan polisi udara yang berbahaya bagi kesehatan. Sebab hasil pembakaran sampah plastik akan menghasilkan zat beracun seperti timbal dan merkuri. jika zat ini terhirup oleh manusia akan memicu tumbuhnya kanker, gangguan sistem saraf, gangguan reproduksi dan juga depresi. 

Jika sampah plastik dibuang ke laut, maka sampah tersebut akan dimakan oleh binatang laut. Sampah tersebut akan masuk ke saluran pencernaan sehingga dapat menyebabkan ganggyan pernafasan yang bisa mengarah pada kematian hewan laut tersebut. 

Ketika hewan laut seperti ikan atau udang dimakan oleh manusia. Maka mikroplastik tersebut juga akan masuk ketubuh manusia. Sama seperti polusi akibatnya sampah plastik yang membahayakan manusia. Mikro plastik yang masuk ke tubuh manusia melalui ikan juga membahayakan kesehatan. 

4. Menurukan kesuburan tanah
Sampah plastik dapat menurunkan kesuburan tanam sebab plastik dapat menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah. Selain itu ruang gerak mahkluk hidup bawah tanah yang berperan dalam proses penyuburan tanah juga terhambat. Hewan tersebut geraknya tidak bisa leluasa sehingga proses penyuburan tanah juga akan terganggu. 

5. Biaya daur ulang plastik mahal
Jumlah sampah plastik yang menumpuk sebenarnya bisa di daur ulang. Namun biaya daur ulang lebih mahal jika dibandingkan dengan produksi baru. Maka dari itu lebih bayak produksi kantong plastik baru daripada kantong plastik daur ulang. 

Tips diet kantong plastik

Berikut ini adalah tips diet kantong plastik yang bisa kita lakukan untuk mengurangi jumlah sampah plastik; 

1. Membawa tas kain sendiri dari rumah
Coba bayangkan jika kita belanja 10 barang tentunya akan ada 10 plastik yang dipakai. Tetapi jika kita membawa tas sendiri, maka menghemat 10 kantong plastik. Dengan cara ini kita telah telah mengurangi jumlah plastik yang beredar.  

2. Menggunakan kertas untuk membungkus sayuran di kulkas
Selama ini ketika menyimpan sayuran seperti sayur bayam, wortel dan juga bunga kol menggunakan plastik sebagai pembungkusnya. Nah, untuk mengurangi kantong plastik sekarang kita bisa menggunakan kertas sebagai penggantinya. Jadi kita bisa menggunakan buku bekas ataupun kalender yang tidak terpakai. 

3. Membawa sendiri wadah saat membeli makanan ataupun minuman
Seperti kita ketahui selain untuk membawa barang plastik juga digunakan untuk membungkus makanan. Nah, untuk mengurangi oeredaran jumlah kantong plastik, maka kita bisa membawa wadah sendiri dari rumah. Mungkin terkesan ribet, tetapi sebenarnya membawa wadah sendiri sangat menguntungkan. Sebab tidak mudah tumpah selain itu juga jika tidak habis bisa disimpan untuk dimakan nanti. 

4. Menggunakan kantong plastik yang sudah ada
Ketika kita berbelanja dipasar, toko ataupun swalayan, kita akan diberikan plastik untuk membungkus barang belanjaan kita. Plastik bekas tadi sebaiknya tidak kita buang, jadi kita bisa menyimpannya. Kemudian saat mau belanja kita pakai lagi. Jika jumlah kantong plastik yang kita kumpulkan cukup banyak, kita bisa memberikannya kepada penjual sayuran dipasar supaya digunakan kembali. 

5. Menggunkan toples kaca untuk menyimpan makanan 
Biasanya ketika menyimpan makanan kita sering menggunakan plastik untuk membungkusnya. Untuk mengurangi penggunaaan plastik kita bisa menggunakan toples kaca untuk menyimpan makanan. Toples kaca relatif aman untuk menyimpan makanan dibandingkan dengan kantong plastik sebab toples kaca tidak mengandung zat kimia. Selain itu wadah toples kaca membuat ruangan lebih rapi. 

Membuat perubahan yang besar memang tidak mudah, tetapi setiap perubahan besar selalu diawali dari perubahan kecil yang dimulai dari sendiri. Mari mulai dari sendiri untuk melakukan diet kantong plastik, selanjutnya tularkan kepada orang-orang sekitar kita supaya kelestarian dan keseimbangan alam dan lingkungan tetap terjaga. 




Comments

  1. Udah mulai membiasakan diri kalo belanja bawa tas kain sendiri. Banyak pedagang di pasar tuh senang kalo kita bawa tempat sendiri buat naruh belanjaan. Tapi pernah kejadian di supermarket, kasirnya tuh ngotot kasih kantong plastik aja. Aku balikin eh, malah dibuang. Jadi sayang kan, kantongnya malah nggak kepakai 😥

    ReplyDelete
  2. Terima kasih sudah mengingatkan kembali sepertinya saya juga harus diet kantong plastik patut dicontoh ya. Apalagi kalau kita dipaksa oleh bapak warung disuruh pakai kantong plastik ketika berbelanja.

    ReplyDelete
  3. Kresek memang tidak ramah lingkungan & sulit terurai jika dibuang, tentunya bisa mencemari lingkungan. Tapi kesadaran itu masih kurang menurut saya karena mindset sebagian orang adalah ga mau ribet bawa tas sendiri & gimana nanti bungkusnya. Baiknya sih harus dipancing reward untuk mereka yang sudah bawa tas sendiri

    ReplyDelete
  4. tapi sulitnya diet plastik ya... serba plastik dimana-mana, minuman, makanan. perlu kesadaran dari diri sendiri. di pasar-pasar pun penjualan plastik malah semakin meningkat. suka greget deh sama yang menyepelekan plastik.

    ReplyDelete
  5. Masih dalam tahap belajar mengurangi pemakaian plastik juga Saya.. terutama saat jalan2 bawa botol minuman sendiri.. kalo belanja juga biasanya satu plastik ramai2 dah isi didalamnya utk bahan kering ..

    ReplyDelete
  6. Saya suka lupa kadang bawa kantong belanjan sendiri. Tapi ada untungnya beberapa supermarket menerapkan plastik berbayar jadi lebih sering bawa kantong sendiri. hehehe.

    ReplyDelete
  7. Yang paling sering saya lakukan selain membawa kantong plastik sendiri atau totebag, adalah menggunakan toples kaca untuk tempat makanan di rumah.

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah, saya mulai pelan-pelan menerapkan no plastik saat belanja, Mbak. Jadi pas ke pasar, saya bawa tas terpal saya. Kalau ke mnimarket atau supermaket, saya bawa tas daur ulang. Kalau lupa, saya beli saja. harganya terjangkau juga.
    Karena benar, sampah plastik sangat susah terurai.

    ReplyDelete
  9. Saya berusaha selalu bawa tas belanja sendiri dan membawa kantong plastik dari rumah di jok motor. Selain itu bawa tumbler saat traveling.

    ReplyDelete
  10. Bicara masalah plastik memang bingung ya. Di satu sisi banyak kemudahan yang diberikan dari plastik karena mudah digunakan dan ga ribet, tapi di sisi lain membahayakan lingungan. Diet plastik adalah salah satu langkah yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi dari pencemaran limbah plastik. Dan senangnya, kesadaran masyarakat untuk melakukannya terlihat meningkat dari waktu ke waktu. Saya pun sekarang bawa kantong belanja sendiri kalau ke supermarket atau pasar

    ReplyDelete
  11. Alam sudah banyak memberikan segalahal kepada kita, saatnya kita menjaga alam dengan tidak menggunakan plastik lagi untuk segala kebutuhan kita

    ReplyDelete
  12. Udah dari beberapa tahun yang lalu saya mulai mengurangi penggunaan plastik, masih belum bisa bebas memang tapi setidaknya sudah banyak mengurangi

    ReplyDelete
  13. Memang agak susah ya utk diet kantong plastik ini, secara diluaran masih byk yg menyediakan kantong plastik secara gratis, akupun kalau ingat aja nih, huhuhu

    ReplyDelete
  14. Dahulu stok plastik saya di rumah selalu banyak. Belanja apapun ada plastiknya. Terkumpul tak tahu untuk apa, palingan diberikan ke bakul belanja pagi.
    Sejak 3 tahun ini saya ga mau diberi plastik kalau belanja, dan rupanya hal ini ditiru beberapa tetangga.
    Sesederhana itu cara saya kurangi plastik, selain punya beberapa tas kain dan menggunakan beberapa jenis plastik untuk pot bunga.

    ReplyDelete
  15. Saya kl ke warung meski deket juga pake keranjang. Biarin diliatin buibu yg lain gpp yang penting inilah cara saya bijak berplastik. Turut serta mengurangi limbah plastik kan ya

    ReplyDelete
  16. Aku bagian dari yang berusaha selalu mengurangi beban perubahan iklim dan lingkungan dengan ngurangin sampah terutama plastik. Dengan bawa tumbler sendiri dan tas belanja kain. Sayangnya kesadaran masyarakat kita rendah. Satu dua bulan aja anjuran bawa tas belanja sendiri berlaku. Kesininya plastik masih dipake aja buat nenteng belanjaan

    ReplyDelete
  17. Bahayanya sampah plastik jika tetap dibiarkan tanpa ada kesadaran dari pengguna maka lambat laun akan merusak ekosistem. Selain itu bagi kesehatan manusia pun dapat terganggu.

    dari tips-tips yang disampaukan diatas, saya secara pribadi sangat setuju sekali. kalau bukan dimulai dari kesadaran diri kita, mau siapa lagi agar pelestarian lingkungan ini tetap terjaga

    ReplyDelete

Post a Comment