Selamat datang Januari, kaulah inspirasi

Resolusi tahun baru

Januari, aku sangat bersyukur akhirnya aku bisa menjumpaimu lagi. Ada banyak resolusi yang akan aku wujudkan di tahun ini. Pertemuanku denganmu kali ini akan kujadikan hari yang istimewa. Kau adalah harapan dan semangat baru bagi mimpi-mimpiku yang terkubur di tahun lalu.
Banyak hal yang harus aku syukuri saat aku bisa bertemu lagi denganmu Pertama karena akan bertambahnya usiaku. Kedua aku masih diberi kesempatan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan diri. Ketiga diberi kesempatan dan harapan untuk mewujudkan mimpi-mimpiku.

Resolusi tahun baru

Setahun kemarin rasanya aku banyak membuang waktu sia-sia. Padahal waktu adalah harta  yang sangat berharga dan tidak bisa kita beli. Tahun kemarin terlalu banyak kelalaian yang aku lakukan. Aku membiarkan waktu berlalu begitu saja.
Dalam Islam nikmat yang sering di lalaikan manusia adalah nikmat sehat dan waktu luang. Ternyata aku benar-benar melalaikan nikmat yang sungguh luar biasa tersebut. Waktu yanga aku miliki tiada guna berputar terus hingga tanpa ku sadari 365 hari terlewati tanpa ada perbaikan diri dan evaluasi. Duh betapa menyesalnya aku jika mengingat hal itu. Tapi aku tidak boleh terpuruk dalam penyesalan. Aku harus bangkit dari penyesalan seperti kata bijak “orang yang baik adalah orang yang pernah melakukan kesalahan dan kini ia memperbaikinya”. Dan aku ingin menjadi bagian dari orang itu. Bangkit dari keterpurukan dan kembali membangun impian-impian baru.
Kini Januari datang menyadarkanku akan kesalahanku ditahun lalu. Januari juga menyadarkanku akan berkurangnya jatah hidupku. Aku harus bisa memanfaatkan sisa umurku sebaik mungkin. Sebagaimana prinsip seorang muslim, orang yang beruntung adalah orang yang lebih baik dari hari kemarin. Berusaha menjadi lebih baik adalah salah satu resolusiku. Tahun ini aku harus bisa memanfaatkan waktu yang telah di karuniakan oleh sang pencipta. Terpakai atau tidak waktu akan tetap berjalan dan umur kita pasti berkurang. Oleh karenanya aku ingin memanfaatkan berkurangnya umurku untuk melakukan hal-hal yang baik, menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa memberi manfaatnya bagi sesama. Sebagaimana hadis Nabi sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Aku tidak ingin umurku berkurang dalam kesia-siaan .

Disamping ingin memperbaiki diri ada beberapa hal yang ingin aku wujudkan dalam tahun ini. Diantaranya aku ingin membuka taman bacaan dan juga membuat karya sastra atau menulis buku. Sebenarnya mimpi untuk membuat taman bacaan ini sudah lama aku impikan tapi sampai detik ini mimpi tersebut masih menjadi mimpi dan belum terealisasi. Saat itu aku berfikir jika ketiadaan dana membuat mimpiku sulit terealisasi. Namun setelah aku renungkan ternyata ada banyak jalan untuk mewujudkan mimpi ini. Semisal mencari dana lewat donasi buku, apalagi sekarang banyak pegiat literasi yang menawarkan buku gratis bagi taman bacaan. Setelah aku evaluasi salah satu kelemahanku dalm mewujudkan mimpiku adalah kurangnya aksi. Aku terlalu pasif dan kurang aktif dalam mencari solusi dari permasalahan yang aku hadapi.

Selain karena kurangnya aksi aku juga masih bersahabat dengan si malas. Sering aku membiarkan diriku terjajah olehnya. Semisal mau mengerjakan tugas tunda dulu alasan capek atau tunda dulu besok masih ada hari. Ternyata kemalasan ini banyak sekali memberikan keburukan bagiku. Akhirnya pekerjaanku numpuk dalam akhir waktu yang bersamaan. Alhasil banyak hasil kerjaku yang kacau berantakan. Tugas besarku tahun ini adalah memerdekakan diri  dari rasa malas. Aku harus menjadi pribadi yang disiplin sehingga mimpiku bukan hanya sekedar mimpi  tapi  menjadi mimpi yang nyata.
Satu hal yang juga membuat resoluskui berguguran ditengah jalan adalah aku teralalu banyak membuat reolusi. Ternyata terlalu banyak resolusi membuat aku tidak fokus. Aku terlalu banyak memimpikan banyak hal tapi melihat kemampuanku. Kini aku juga menyadari salah satu hal penting dalam meraih mimpi adalah fokus. Tanpa adanya fokus mimpi kita akan sia-sia karena kita tidak memberikan prioritas terhadap mimpi kita. Sekarang aku tidak ingin muluk-muluk ingin begini ingin begitu. Sedikit resolusi akan sangat jauh lebih baik jika  dilakukan secara fokus daripada banyak resolusi tetapi difokus
Di tahun ini, setelah aku mengevaluasi kekuranganku di tahun kemarin. Aku mencoba untuk menambal kekurangan tersebut. Selain itu titik point yang harus aku tekankan adalah memastikan resolusi yang sudah aku tentukan tidak tewas seperti resolusiku yang tahun kemarin. Tahun ini aku harus bisa menjaga konsistensi semangat agar resolusi bisa terealisasikan. Aku tidak ingin catatan resolusiku hanya menjadi sebuah catatan yang berakhir di tong sampah atau tungku perapian.

Harapan dengan tahun baru

Aku sadar ini memang tidak mudah. Tapi jauh lebih tidak mudah lagi jika aku tidak segera memulainya. Oleh karenanya aku harus segera memulainya meskipun itu bukan langkah besar. Karena aku yakin perubahan besar selalu di awali oleh perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Jadi tugas besarku ditahun ini selain menjadi pribadi yang lebaih baik dan bermanfaat aku juga harus bisa menjaga semangat dan konsistensi. Karena semangat dan konsistensi adalah dua hal yang saling berkaitan agar resolusiku sampai garis akhir. Ganbatte

Comments