Dengan Budaya Sadar Bencana Kita Siap Untuk Selamat dari Bencana


             
Sumber gambar :Pixabay.com
Indonesia adalah negara tropis yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia karena memiliki 17.504 pulau. Secara geografis lokasi Indonesia sangat strategis untuk  jalur perdagangan internasional. Hal ini membawa dampak positif karena bisa meningkatkan perkonomian bangsa Indonesia.

Sedangkan secara geologis Indonesia dilalui dua rangkaian pegunungan besar dunia yaitu pegunungan muda Sirkum Pasifik di bagian timur dan Sirkum Mediterania di bagian barat. Karena terletak diantara dua pengunungan muda inilah Indonesia kaya akan gunung berapi dan juga berpotensi mengalami gempa vulkanik. Selain itu, secara geologis juga letak Indonesia berada di antara pertemuan tiga lempeng bumi yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Hal ini menyebabkan Indonesia rawan terjadi gempa tektonik. 

Selain membawa dampak negatif, letak geologis ini juga membawa keuntungan bagi Indonesia. Adapun dampak positifnya di antaranya adalah Indonesia memiliki tanah yang subur karena adanya aktivitas gunung berapi yang menghasilkan tanah vulkanik. Selain itu Indonesia juga kaya akan sumber daya alam berupa barang tambang dan mineral karena adanya cekungan sedimen yang sebabkan oleh aktivitas tektonik.

Ada tiga hal yang harus kita ketahui terkait dengan kondisi alam negara kita. Sebagai bekal untuk mempersiapkan diri jika suatu saat nanti terjadi bencana alam.

A. Memahami Kondisi Geologis dan Geografis Wilayah Tempat Tinggal

Dengan memahami kondisi geografis dan geologis Indonesia maka kita akan memahami bencana-bencana alam yang terkait dengan kondisi geografis dan geologis tersebut. Sehingga kita bisa melakukan tindakan untuk mengurangi dampak negatif dari bencana alam.

Berikut ini adalah beberapa ancaman bencana alam yang sering terjadi di Indonesia.

1. Gempa bumi
Lokasi Indonesia yang berada dipertemuan tiga lempeng  bumi menyebabkan Indonesia sering mengalami gempa tektonik. Jika gempa tektonik berada di dasar laut maka akan berpotensi menimbulkan bencana tsunami.

Adapun wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami bencana gempa bumi tektonik adalah Lampung, Sumatera barat, Bengkulu, Papua, Banda Aceh, Nusa Tenggara Barat, Pulau Jawa.

2. Banjir
Banjir ini terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi sedangkan lahan resapan tidak ada selain itu juga karena tidak berfungsinya saluran air. Berkurangnya lahan resapan dikarenakan oleh banyaknya bangunan baru. Sedangkan tidak berfungsinya saluran air disebabkan oleh pola hidup yang membuang sampah dialiran sungai dan juga di selokan. 

Adapun di Indonesia daerah yang berpotensi mengalami bencana banjir adalah Jakarta, Bandung, Medan, Bandar Lampung, Pontianak, Samarinda, Makasar, Ambon, Manado, Jayapura, sorong, palu, Palembang.

3. Gunung meletus
Indonesia dilalui dua pegunungan besar dunia yaitu pengunungan muda sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania oleh karenanya Indonesia kaya akan gunung api aktif. Salah satu dampak negatif dari banyaknya gunung api aktif, wilayah Indonesia rawan terjadi gunung meletus dan juga gempa vulkanik.

Adapun daerah di Indonesia yang berpotensi terjadi bencana gunung meletus adalah wilayah yang memiliki gunung berapi aktif seperti pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.

4. Tanah longsor
Tanah longsor adalah peristiwa geologi karena adanya pergerakan masa batuan atau tanah. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tanah longsor adalah tingginya curah hujan, erosi tanah dan kemiringan lereng yang terjal, hutan gundul dan adanya pembukaan lahan di daerah lereng pegunungan. Daerah di Indonesia yang rawan dengan longsor diantaranya adalah Bukit Barisan Sumatera sampai Jawa bagian tengah dan selatan.

5. Kekeringan
Kekeringan adalah suatu kondisi kurangnya pasokan air di suatu wilayah dalam jangka waktu yang lama.  Ada beberapa penyebab terjadinya kekeringan
1. Curah hujan yang sedikit
2. Berkurangnya vegetasi
3. Pemborosan penggunaan air
Adapun wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami kekeringan adalah Jawa Tengah,  Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. 
           Sumber gambar : Pixabay. com
6. Kebakaran hutan
Kebakaran hutan bisa terjadi karena adanya pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar hutan atau juga bisa disebabkan oleh kelalaian manusia karena membuang puntung rokok secara sembarangan. Dampak dari kebakaran hutan di antaranya adalah musnahnya ekosistem,  adanya kabut asap yang menganggu pandangan dan pernapasan.  Wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami kebakaran hutan adalah Riau, Aceh,  Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

B. Melakukan Persiapan Menghadapi Bencana
Setelah kita mengetahui tentang pontensi yang terjadi di lokasi tempat tinggal kita. Selanjutnya kita harus melakukan persiapan untuk menghadapi bencana tersebut. Adapun persiapan yang dilakukan dalam menghadapi bencana adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui pola tata ruang/bangunan bagi daerah yang rawan bencana
Dengan menyesuaikan tata ruang dengan kondisi geologis tempat tinggal. Maka kita akan meminimalisir kerugian jika suatu saat nanti terjadi bencana alam. Misalnya jika daerah kita berpotensi mengalami gempa bumi maka bangunan yang kita buat harus sesuai dengan struktur anti seismik.

2. Mengetahui cara untuk menyelamatkan diri
Setelah kita mengetahui bahwa wilayah Indonesia sangat rawan dengan berbagai macam bencana alam. Langkah yang harus kita lakukan adalah menyiapkan diri untuk menghadapi bencana tersebut. Dengan persiapan diri diharapkan kita bisa mengurangi dampak negatif dari bencana alam yang akan terjadi. 

Misalnya saja jika wilayah kita berada dipertemuan lempeng bumi berarti daerah kita rawan gempa. Sehingga kita harus belajar bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa. Jika tempat tinggal kita berada disekitar gunung berapi berarti kita harus memahami tanda-tanda ketika gunung berapi akan meletus. Kita harus segera menjauh dari gunung tersebut untuk menghindari terkena awan panas dan lahar panas. Jika tempat tinggal kita berada di daerah yang kemiringannya sangat curam. Kita harus waspada terhadap adanya tanah longsor. 

3. Mengetahui lokasi yang rawan dan yang aman untuk menyelamatkan diri
Selain mengetahui cara untuk menyelamatkan diri kita juga harus mengetahui lokasi yang tingkat bahayanya tinggi. Sehingga kita bisa menghindari lokasi tersebut dan kemudian mencari lokasi yang potensi bahayanya rendah atau tidak ada. Lokasi yang aman merupakan salah hal yang penting untuk kita ketahui saat melakukan penyelamatan diri. Jangan sampai saat menyelamatkan diri justru kita menuju daerah yang potensi bahayanya tinggi.

C. Melakukan Upaya Pencegahan
Masyarakat yang mengenal kondisi geologis dan geografis tempat tinggalnya akan sadar terhadap bencana alam yang berpontesi terjadi di ditempat tinggalnya. Selain itu, ketika masyarakat memahami kondisi lingkungannya maka masyarakat akan berupaya sebisa mungkin untuk menjaga lingkungannya. 

Misalnya saja ketika daerahnya rawan terjadi banjir maka masyarakatnya akan berupaya membangun saluran air yang baik dan tidak membuang sampah di saluran air. Untuk masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor mereka akan rajin menanam pohon untuk menghindari adanya erosi. Sedangkan untuk daerah yang berpotensi mengalami kebakaran, saat musim kemarau masyarakatnya akan berhati-hati ketika melakukan aktivitas pembakaran selain itu mereka tidak akan membuka lahan dengan cara dibakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Lalu untuk daerah yang berpotensi mengalami kekeringan masyarakatnya akan menghemat penggunaan air dan juga menampung air hujan sebagai ganti air bersih. 

Berbicara mengenai bencana alam memang sesuatu yang sulit diprediksi. Oleh karenanya kita harus bijaksana dalam memperlakukan alam. Ada bencana yang disebabkan oleh manusia dan ada bencana alam karena memang fenomena alam. Bencana alam karena ulah manusia bisa kita cegah. Sedangkan bencana alam karena fenomena alam ini tidak bisa kita cegah. Meskipun tidak bisa kita cegah tetapi kita bisa mengurangi dampak dari bencana tersebut.

Mari kita jaga alam demi keselamatan kita dan demi masa depan generasi mendatang. Sadar terhadap potensi bencana alam akan meminimalisir kerugian. Jadi, mulailah memahami kondisi geografis dan geologis tempat tinggal kita. Dengan mengenalinya maka kita akan menjaganya dengan segenap jiwa. Karena menjaga alam tempat tinggal kita sama dengan menjaga kehidupan.

#TangguhAward2019
#KitaJagaAlam
#AlamJagaKita
#SiapUntukSelamat
#KenaliBahayanyaKurangiResikonya
#BudayaSadarBencana

Comments