Anak Negeri Kelola Migas, Bisa!



Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam.  Salah satunya adalah migas.  Minyak bumi dan gas bumi adalah salah satu jenis sumber daya alam dari fosil yang sifatnya tidak dapat diperbaharui.  Oleh karenanya jika terus menerus dipakai energi fosil akan habis.  Maka dari itu penggunaan energi dari fosil harus dihemat selain itu juga kita harus mencari sumber energi alternatif penganti fosil. 

Pertamina adalah badan usaha milik negara yang bertugas untuk mengelola penambangan minyak bumi dan gas bumi di Indonesia. Industri pengolahan migas yang dilakukan oleh Pertamina terbagi menjadi dua tahap.  Pertama adalah sektor hulu migas dan yang kedua adalah sektor hilir migas.  Sektor hulu migas meliputi tahap eksplorasi dan tahap selanjutnya adalah tahap produksi. Kegiatan eksplorasi dimulai dari kegiatan survey untuk mencari sumber minyak bumi.  Jika ditemukan minyak bumi maka akan dilanjutkan ke tahap produksi. Sedangkan kegiatan sektor hilir meliputi kegiatan pengolahan, pemasaran dan distribusi.

Untuk pengelolaan migas di sektor hulu memang harus memerlukan tenaga yang ahli dan profesional.  Karena kegiatan sektor migas adalah kegiatan yang berat,  padat modal dan membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan ahli dibidangnya. Sejalan dengan pemenuhan tenaga kerja yang berkualitas disektor migas, telah berdiri STEM AKAMIGAS yang merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. STEM AKAMIGAS akan membekali peserta didiknya dengan keahlian untuk bekerja disektor pertambangan dan perminyakan. Sehingga tenaga kerja yang bekerja di Pertamina adalah orang-orang yang berkompetisi dan memiliki keahlian khusus dibidangnya. 

Sebagai pembuktian bahwa Pertamina adalah badan usaha yang sangat bersaing. Berikut ini adalah beberapa prestasi yang diperoleh oleh Pertamina. 

1. Di bidang komunikasi
Di tahun 2019 Pertamina menorehkan prestasi dalam kompetisi Publik Relations Indonesia Award (PRIA).  Dalam ajang ini Pertamina mendapatkan penghargaan tertinggi Platinum Award karena telah banyak mendapatkan penghargaan terbanyak dihampir semua jenis kategori PRIA 2019.

2. Mendapatkan penghargaan dari  Word Safety  Organization (WSO) 
Pada tanggal  17 September  2018 Pertamina melalui Pertamina Refinery Unit VI Balongan meraih penghargaan Word Safety Organization (WSO) dalam kategori safety concern company di Las Vegas Amerika Serikat. Penghargaan Word Safety  Organization (WSO) adalah penghargaan safety tingkat dunia. 
3. Pada tahun 2014 mendapat penghargaan di ajang Corporate Image Award

Dalam ajang corporate Image 2014 pertamina menempati posisi teratas dengan corporate image index  (CII) sebesar 2,881 dan diberi penghargaan sebagai Indonesia's Most Admirer Companies. Ini artinya Pertamina mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan terbaik kategori minyak dan gas. Corporate Image Award adalah kerjasama antara Frontier Consulting Group dan TEMPO.  Penentuan pemenang di setiap kategori industri didasarkan pada empat aspek penilaian survey yang meliputi quality,  performance, responsibility dan attractiviness. 

Selanjutnya pada tahun 2019 Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang  masuk dalam jajaran perusahaan Top 500 Fortune Global 2019. Peringkatnya berada di posisi 175, sebelumnya berada di posisi 253. Hal ini menunjukkan bawah Pertamina terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas. 

Dengan sumber daya alam yang berkualitas,  penguasaan teknologi dan  beragam  prestasi yang telah dicapai tersebut, sebagai anak negeri Pertamina memang layak dan bisa mengelola sumber daya alam yang terdapat di negeri ini.  Kehadiran Pertamina sebagai pengelola migas menegaskan akan hadirnya peran pemerintah dalam mengelola kekayaan alam negeri ini untuk kesejahteraan rakyat. Sebagaimana yang termaktub dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 3. Oleh karenanya mari kita dukung Pertamina untuk mengelola migas yang ada dibumi Pertiwi.  Sehingga potensi pendapatan negara meningkat dan ketahanan energi dalam negeri tetap terjaga.


Comments

Popular Posts