Laporkan Penyalahgunaan

Popular Posts

Contac Us

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

Jumlah Pengunjung

Arsip

Labels List

Kelas Growth Blogger dari Growthing.id

Popular

Sering Masak di Rice Cooker tapi Nasi Lembek? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari

6 komentar

Sebagai ibu rumah tangga yang juga bekerja, pagi hari biasanya berjalan cepat. Hidup serasa berkejaran dengan waktu. Ada banyak list kegiatan yang harus dikerjakan mulai dari menyiapkan sarapan, menyiapkan peralatan sekolah anak, dan saya juga harus bersiap kerja. Karena itu, keberadaan alat rice cooker sangat membantu. 


Kalau masih pakai kompor, masak nasi tidak bisa ditinggal. Harus mengecek air, mengecilkan api, dan memastikan tidak gosong. Fokus jadi terbagi, sementara waktu pagi sangat terbatas. Sejak memakai alat penanak nasi, rutinitas pagi terasa lebih tertata. Saya cukup menekan tombol dan bisa mengerjakan hal lain seperti memasak lauk atau menyiapkan bekal.

Saya sendiri memakai Rice Cooker Miyako, yang merupakan kesayangan Nikita Willy. Jadi saya semakin yakin dengan kualitasnya. Soalnya untuk kebutuhan harian, yang dicari bukan hanya bisa memasak, tapi juga awet, nyaman dipakai terus, dan harganya tetap terjangkau.

Ngomong-ngomong soal memasak dengan alat penanak nasi, masalah yang cukup sering dialami adalah nasi menjadi lembek. Padahal beras dan cara memasaknya sama, tetapi hasilnya berbeda.

Dari sinilah saya mulai berpikir, sebenarnya apa yang membuat nasi bisa lembek?

Kesalahan Saat Masak Nasi di Rice Cooker yang Bikin Nasi Lembek

Setelah saya mencari informasi, ternyata seringnya justru karena kebiasaan kecil kita sendiri saat memasak, seperti:

1. Menakar air hanya kira-kira

Ini juga pernah saya lakukan, biasanya karena bangun kesiangan dan harus cepat memasak. Karena merasa sudah sering, saya hanya mengira-ngira airnya. Padahal penyebab utama nasi lembek adalah takaran air yang berlebihan. Maka dari itu penting menggunakan ukuran saat menuangkan air ke dalam panci.

2. Mencuci beras terlalu keras

Saya pernah mencuci beras dengan cara diremas kuat dan dibilas berkali-kali sampai airnya sangat putih. Awalnya saya mengira beras akan lebih bersih. Ternyata justru membuat butir beras mudah patah dan setelah matang nasinya jadi lembek.

3. Langsung diaduk setelah matang

Dulu saya pernah mendengar bahwa nasi harus langsung diaduk setelah matang agar tidak lembek. Saya pun mencobanya. Hasilnya justru sebaliknya, nasi menjadi terlalu lembap dan lembek. Cara yang benar adalah didiamkan sekitar 10–15 menit terlebih dahulu, baru diaduk perlahan agar uap airnya stabil.

Selain tiga hal tadi, hal lain yang tidak kalah penting agar nasi tidak lembek adalah alat penanak nasinya. Jadi gunakan alat penanak nasi yang kualitas pemanasnya stabil.

Gunakan Penanak Nasi yang Berkualitas

Selain kebiasaan memasak, kualitas alat juga berpengaruh. Penanak nasi yang baik memiliki pemanas stabil sehingga suhu tidak naik-turun. Panas stabil membuat air terserap sesuai kebutuhan beras.

Salah satu alat penanak nasi yang punya kualitas baik sehingga bisa kita jadikan andalan sebagai partner dalam memasak adalah Miyako. Saya sudah lama menggunakan alat penanak nasi ini. Jujur awalnya yang bikin saya jatuh cinta sama alat ini adalah panci Nanoal-nya . 

Miyako Andalan untuk Masak Nasi Cepat dan Anti Kerak

Dulu saya pernah memakai alat penanak nasi dengan panci yang lapisannya cepat hilang. Awalnya memang anti lengket, tetapi tidak lama kemudian nasi mulai menempel di bagian bawah. Setiap selesai memasak, yang paling melelahkan justru mencucinya.

Nasi kerak harus direndam dulu. Direndam selama 15 menit sering tidak cukup, kadang sampai berjam-jam baru bisa dilepas. Sementara saya ingin segera memasak lagi. Jadinya masak nasi baru ikut tertunda hanya karena sisa nasi kemarin masih menempel. 

Setelah menggunakan Miyako, saya tidak lagi repot saat ingin memasak nasi baru. Karena Miyako memiliki panci Nanoal yang anti lengketnya 10x lebih tahan lama, bukan hanya di awal pemakaian. Setelah saya pakai sendiri, perbedaannya memang terasa. Sisa nasi tidak lagi menempel keras, cukup dibilas dan dilap ringan sudah bersih.

Selain itu yang membuat saya senang adalah harganya ramah di kantong. Sekitar 200 ribuan saja sudah bisa dibawa pulang.

Ternyata nasi pulen bukan cuma soal cara memasak, tetapi juga alat penanak nasinya. Dengan alat yang tepat, nasi matang lebih merata, nasi tidak mudah menempel, dan memasak jadi lebih praktis tanpa ribet urusan kerak.

Related Posts

There is no other posts in this category.

6 komentar

  1. Bener banget sebaiknya pakai yg berkualitas. Btw Rice cooker Miyako memang awet dan terjangkau beneran deh ini sudah terbukti sendiri, dari jaman mamaku dulu juga pakai Miyako.

    BalasHapus
  2. Kalau keluarga saya justru sering menyukai makan nasi lembek gitu. Ya mungkin karena terbiasa sejak kecil makan nasi liwet. Maklum urang Sunda pisan alias orang kampung. Ngaliwet jadi tradisi sehari hari jadi di lidah ini nasi lembek versi liwet sudah mendarah daging hahaha...
    Pakai rice cooker Miyako jadi lebih fleksibel ya. Bisa kita atur nih bagaimana nasi yg kita mau

    BalasHapus
  3. Rice cooker kita samaan ya kak. Aku suka pakai Miyako karena selalu ada pelayanan after selling. Nggak gampang rusak tapi kalau ada masalah selalu ada service Miyako yang hadir di dekat rumah.

    BalasHapus
  4. menakar air “kira-kira” karena buru-buru 😅 Ternyata hal kecil seperti itu bisa berpengaruh besar ke hasil nasi ya. Saya juga baru tahu kalau langsung mengaduk nasi setelah matang justru bisa bikin makin lembek. Penjelasannya detail dan mudah dipahami, jadi bikin lebih aware soal teknik sederhana saat masak.
    Setuju juga kalau kualitas rice cooker memang berpengaruh. Kalau alatnya mendukung, urusan dapur jadi jauh lebih praktis dan hemat waktu, apalagi buat ibu bekerja.

    BalasHapus
  5. Wah, pantesan saya salah ternyata. Noted, didiamkan sekitar 10–15 menit terlebih dahulu, baru diaduk perlahan agar uap airnya stabil.
    Btw, sudah membuktikan juga kualitas Rice Cooker Miyako memang tepercaya

    BalasHapus
  6. Ternyata hal-hal yang kelihatannya sepele seperti menakar air “kira-kira” atau mencuci beras terlalu keras bisa berpengaruh ke tekstur nasi. Aku juga baru ngeh soal tidak langsung mengaduk nasi setelah matang. Biasanya orang malah buru-buru dibuka karena sudah lapar, padahal ternyata lebih baik didiamkan dulu supaya uapnya stabil.

    BalasHapus

Posting Komentar