Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

senja di taman abhirama sidoarjo



Beberapa hari yang lalu saat weekend saya pergi berkunjung ke rumah adik saya yang berada di sidoarjo.  Untuk sampai ke rumah adik,  saya membutuhkan waktu perjalanan kurang lebih tiga jam. Saya berangkat jam enam pagi sehingga sampai disana sekitar jam sembilan pagi. Setelah sampai saya beristirahat sebentar.  Karena badan tidak telalu capek maka selepas sholat ashar saya dan keluarga adik saya pergi ke sebuah taman keluarga yang berada di kawasan sidoarjo.  Teman tersebut bernama taman Abhirama. 

Untuk masuk ke sana kita hanya membayar parkir bagi kendaraan yang kita tumpangi.  Taman abhirama bagaikan oase ditengah udara panas kota Sidoarjo. Karena disana banyak pepohonan sehingga udaranya menjadi sejuk. Memasuki taman kita akan disambut dengan gapura bertuliskan taman abhirama. Di samping gapura terdapat penjual yang menyediakan aneka makanan kecil. Jadi ketika kita lupa membawa snack dari rumah kita bisa membelinya disana. 

Di taman Abhirama juga terdapat kolam ikan dengan air mancur ditengahnya. Ditengah-tengah kolam terdapat gazebo yang bisa kita jadikan tempat untuk memberi makan ikan. Oya,  untuk memberi makan ikan kita bisa membelinya ditoko disamping gapura yang juga menjual snack makanan tadi. Selain di gazebo kita juga bisa memberikan makan ikan dipinggir kolam.  Karena disalah satu sisi  kolam tersebut juga disediakan tempat duduk. Jadi selain untuk menikmati keindahan suasana taman abhirama kita juga bisa memberikan makan ikan dari tempat duduk tersebut. 

Taman abhirama ini memang sangat cocok bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu sore bersama. Semakin sore,  semakin banyak pengunjung taman yang datang. Sehingga menambah suasana semarak ditaman abhirama. Ada banyak permainan anak yang disediakan disana.  Mulai dari ayunan,  prosotan dan ada juga sebuah bangunan yang didalamnya terdapat sebuah prosotan naik turun (bentuknya seperti jembatan yang dibuat naik turun) yang terbuat dari kayu. Di dalam bangunan tersebut orang tua bisa duduk bersantai sambil mengawasi anaknya yang bermain di prosotan kayu tersebut. 

Bagi yang suka berselfie taman abhirama juga memiliki sudut-sudut pemandangan yang eksotik. Ada banyak jenis bunga yang ditanam disana sehingga menambah indah pemandangan taman abhirama. Jadi bercengkrama bersama keluarga di abhirama memang benar-benar memberikan kebahagiaan dan kenangan tersendiri. Orang tua bisa sejenak melupakan kepenatan pekerjaan. Sedangkan si anak bisa bermain sepuasnya-puasnya.  

Jika kalian ke sidoarjo bersama keluarga jangan lupa untuk mampir ke taman Abhirama. Suasana yang sejuk dan pemandangan yang indah. Akan membuat kita dan keluarga  betah berlama-lama menikmati keindahan tempat tersebut. Sehingga rasa kebersamaan bersama keluarga semakin terasa. 

Mari Rencanakan Biaya Pendidikan Anak Bersama Asuransi Pendidikan Dari Sequis




          Sumber gambar : Pixabay.com

Kehadiran seorang anak dalam sebuah keluarga adalah anugerah yang tidak ternilai harganya. Sebagai orang tua tentu harus bisa memberikan yang terbaik bagi anaknya. Mulai dari kasih sayang, perhatian, perlindungan dan juga pendidikan. Karena anak tidak hanya tumpuan harapan keluarga namun juga tumpuan harapan dari sebuah bangsa. Selain itu salah satu indikator keberhasilan sebuah keluarga dilihat dari keberhasilannya dalam memberikan pendidikan bagi anaknya. Maka, orang tua harus merencanakan biaya pendidikan anak sebaik mungkin demi masa depannya. 

Di zaman sekarang, semakin hari biaya pendidikan semakin meningkat. Ibarat kata semakin banyak anak semakin banyak juga biaya pengeluaran keluarga. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri. Semua kebutuhan di setiap sendi kehidupan seiring waktu perlahan-lahan semakin naik. Menambah anggota keluarga sama juga dengan menambah biaya pengeluaran. Mulai dari kebutuhan makan dan juga pendidikan semuanya akan bertambah. 

Di masa depan kita tidak pernah mengetahui tentang perubahan ekonomi yang ada dalam keluarga kita. Mungkin saja saat ini ekonomi kita cukup tinggi dan stabil sehingga bisa membiayai semua kebutuhan keluarga termasuk membiayai biaya pendidikan anak. Tetapi bisa saja nanti ekonomi kita mengalami kemunduran. Bisa karena adanya inflasi yang semakin tinggi, masalah dalam pekerjaan, sakit hingga hal buruk terjadi dalam kehidupan.

Dilansir dari HSBC Global Resort 2017, orang tua di Indonesia rata-rata mengeluarkan biaya pendidikan sebesar 269 juta untuk setiap anaknya. Biaya ini digunakan untuk pendidikan mulai dari tingkat PAUD hingga menjadi sarjana. Dengan demikian, di ASEAN biaya pendidikan di Indonesia menempati posisi ke 3. Pertama ditempati oleh negara Singapura selanjutnya posisi kedua ditempati oleh negara Malaysia. Sedangkan untuk urutan di dunia Indonesia berada pada posisi ke 13 sebagai negara dengan biaya pendidikan termahal di dunia. Bahkan lebih mahal dari biaya pendidikan di Prancis yang menghabiskan dana hanya 237 juta.




Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan keluhan orang tua saat harus membayar biaya pendidikan anaknya. Hingga ramainya pegadaian saat musim anak masuk sekolah. Tidak jarang pula para orang tua harus mencari pinjaman untuk keperluan biaya pendidikan. Memang salah satu faktor yang membuat orang tua kebingungan dalam mencari dana pendidikan adalah karena tidak adanya perencanaan awal dalam biaya pendidikan. Padahal seharusnya sejak awal biaya pendidikan haruslah sudah dipikirkan. Hal ini penting karena memberikan pendidikan adalah salah satu jalan untuk membuka kesuksesan. Pendidikan yang diberikan untuk anak harus yang terbaik. Karena memberikan pendidikan kepada anak ini tidak bisa diulang. Mungkin kita bisa salah dalam membuat bangunan, tetapi kita tidak boleh salah dalam memberikan pendidikan kepada anak. Salah membuat bangunan bisa dibuat ulang atau diperbaiki tetapi kalau salah dalam memberikan pendidikan akibatnya bisa fatal.



          Sumber gambar : Pixabay.com
Tingginya biaya pendidikan, memang mengharuskan orang tua untuk merencanakan biaya pendidikan anaknya sedini mungkin. Salah satu cara untuk merencanakan dan memberikan kepastian biaya pendidikan anak adalah dengan menggunakan asuransi pendidikan. Dengan asuransi pendidikan, maka biaya pendidikan anak akan terlindungi jika seandainya nanti terjadi sesuatu dalam perekonomian keluarga. Asuransi pendidikan akan memberikan jaminan supaya buah hati kita bisa terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Asuransi pendidikan tidak hanya menjamin pendidikan anak saat kita masih bekerja. Tetap asuransi pendidikan juga akan menjamin pendidikan anak, meskipun kita tidak lagi bisa bekerja. Semisal karena sakit atau hal buruk lainnya terjadi dalam hidup kita.


Berikut ini adalah manfaat jika kita memiliki asuransi pendidikan:

1. Memberikan jaminan biaya pendidikan anak

Dengan mengikuti asuransi pendidikan, orang tua telah berperan untuk melindungi biaya pendidikan anaknya. Jika seandainya sesuatu terjadi dalam perekonomian keluarga. Maka kelangsungan biaya pendidikan anak tidak akan terganggu. Sehingga anak bisa melanjutkan pendidikannya dengan tuntas. Selain itu pula asuransi memberikan kemudahan proses pencarian. Karena jika sudah tiba temponya, biaya pendidikan bisa langsung dicairkan dan orang tua tidak perlu lagi mencari pinjaman untuk biaya saat harus membayar biaya sekolah.

2. Membuat hati menjadi tenang

Asuransi pendidikan memberikan ketenangan karena adanya penjamin dari biaya pendidikan. Sehingga orang tua tidak lagi kebingungan memikirkan biaya pendidikan anak. Ketika orang tua telah mempersiapkan biaya pendidikan, anak akan fokus untuk belajar dan orang tua pun tenang saat bekerja. Sebaliknya jika tidak ada persiapan dana, konsentrasi belajar anak terganggu dan orang tua pun tidak tenang saat bekerja dan ekonomi keluarga akan terganggu.

3. Sebagai perencana keuangan

Salah satu hal yang harus dilakukan untuk menjaga kestabilan keuangan keluarga adalah perencanaan keuangan. Dengan adanya perencanaan keuangan kita bisa mengatur biaya pengeluaran untuk kebutuhan hidup. Sehingga kedepannya kita tidak akan mengalami kebingungan jika tiba saatnya harus mengeluarkan biaya untuk berbagai macam keperluan. Semisal ketika anak akan masuk sekolah, kita tidak perlu pusing lagi untuk memikirkan biaya masuk sekolah. Sehingga keuangan keluarga akan tetap stabil jika seandainya nanti ada permasalahan dalam ekonomi keluarga.

4. Sebagai sarana berinvestasi
Selain sebagai penjamin biaya pendidikan asuransi juga bisa digunakan sebagai sarana untuk investasi. Tidak dipungkiri semakin hari biaya kehidupan semakin tinggi salah satu penyebabnya adalah nilai rupiah yang tidak stabil. Oleh karenanya, kita perlu mengamankan keuangan kita. Karena di masa depan belum tentu kita hasil kerja kita bisa mengejar tingginya inflasi. Dengan mengikuti asuransi pendidikan maka kita telah melakukan investasi untuk menjamin kelangsungan biaya pendidikan anak. Sehingga masa depan anak tidak terganggu dengan pasang surutnya ekonomi keluarga.

5. Mengatur biaya pendidikan secara berjenjang

Salah satu hal yang menarik dari asuransi pendidikan adalah pembiayaan pendidikan secara berkala. Hal ini karena dalam proses pencairannya dilakukan secara berkala dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan anak. Biaya asuransi yang cair ketika anak akan memasuki SD tentu akan berbeda dengan jumlah dana yang cair ketika anak memasuki jenjang SLTP. Semakin tinggi jenjang pendidikannya maka semakin tinggi pula dana yang dicairkan. Tentu hal ini sangat membantu sekali karena biaya pendidikan dari satu jenjang ke jenjang berikutnya selalu mengalami kenaikan.

Memilih asuransi pendidikan yang terpercaya

Untuk kepastian jaminan pendidikan anak, alangkah lebih baik jika orang tua mendaftarkan ke asuransi pendidikan saat anak masih kecil atau balita. Karena semakin kecil usia anak ketika didaftarkan, maka akan semakin kecil pula premi yang dibayarkan. Sebaliknya, semakin besar usia anak saat didaftarkan. Maka premi yang dibayarkan akan semakin besar pula.

Salah satu perusahaan asuransi yang menyediakan asuransi pendidikan adalah Sequis.  Memiliki pengalaman selama 35 tahun di industri asuransi, maka Sequis layak dijadikan pilihan sebagai asuransi pendidikan untuk buah hati kita. Selain asuransi pendidikan, Sequis juga memiliki produk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Asuransi kesehatan ini adalah program yang membantu kita untuk mempersiapkan dana perawatan kesehatan. Sedangkan asuransi jiwa asuransi adalah program yang bertujuan memberikan biaya perlindungan terhadap resiko yang akan datang dalam kehidupan.

Ada lima jenis produk asuransi pendidikan yang ditawarkan oleh Sequis yaitu:

TelePro Beasiswa Berjangka  merupakan produk dwiguna asuransi. Karena memberikan  dua manfaat sekaligus yaitu manfaat dana pendidikan yang dicairkan sesuai jadwal dan manfaat perlindungan jiwa yang khusus ditawarkan untuk nasabah BRI Britama. 

2. Edu Plus
Asuransi Edu Plus adalah produk kerja sama Sequis dan BRI yang memberikan jaminan dana pendidikan terjadwal dan juga manfaat meninggal dunia.
Sequis Edu Plan merupakan asuransi pendidikan yang memberi jaminan biaya pendidikan serta perlindungan jiwa dengan pembayaran premium.

4. Sequis EduPlan Insurance
Inflasi dan biaya pendidikan dari hari ke hari semakin meningkat. Untuk mengatasinya maka kita harus melakukan perencanaan keuangan yang tepat dan optimal. Sequis EduPlan Insurance akan membantu kita untuk menyediakan perencanaan keuangan yang tepat dan optimal bagi biaya pendidikan anak kita.

5. Sequis Global EduPlan Insurance
Global EduPlan Insurance adalah program asuransi pendidikan untuk membantu perencanaan biaya pendidikan hingga ke luar negeri. 

Masing-masing produk asuransi pendidikan Sequis memiliki keunggulan tersendiri. Di mana semua keunggulan tersebut mendatangkan keuntungan berlipat bagi nasabahnya. Jadi kita tinggal menyesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga. 

Bagi orang tua yang ingin memberikan jaminan dana pendidikan untuk buah hatinya. Segera daftarkan buah hatinya ke asuransi pendidikan Sequis. Bersama dengan asuransi pendidikan dari Sequis kita telah merencanakan biaya pendidikan anak sejak dini dengan lebih optimal. Dengan asuransi pendidikan, biaya pendidikan aman dan bekerja pun menjadi tenang.

Manfaat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam Era Digital

Sumber gambar : Pixabay.com
Pendidikan  anak usia dini merupakan pendidikan bagi anak pra sekolah usia 0 sampai 6 tahun. Dimana usia ini adalah periode emas dalam proses perkembangannya. Memberikan pendidikan anak pada usia dini dalam era digital penting untuk dilakukan. Karena di usia ini adalah masa membangun pondasi karakter anak. Dalam usia ini anak akan diajarkan tentang pendidikan agama,  moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, dan juga sosial-emosional. Sehingga kedepannya anak akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkualitas dan juga berkarakter

Peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini adalah membimbing,  mengarahkan dan juga mengasah kemampuan yang dimiliki oleh anak. Salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengarahkan dan mengasah kemampuan anak adalah memberikan lingkungan yang menunjang perkembangan anak.

Memasukkan anak ke sekolah PAUD bisa menjadi alternatif untuk memberikan lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang anak. Di sekolah PAUD sambil bermain mereka juga akan mendapatkan stimulus pendidikan yang berguna untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak. Sehingga anak memiliki bekal untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika anak mengikuti sekolah di Pendidikan Anak Usia Dini, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Melatih Kemampuan Bersosialisasi
Dalam ilmu  sosiologi selain keluarga salah satu sarana untuk bersosialisasi adalah sekolah. Dengan mengikuti sekolah PAUD anak akan lebih cepat bergaul dan juga akan lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Hal ini tentunya baik untuk perkembangan sang anak. Karena di masa depan anak akan bertemu orang dengan beragam karakter. Dengan kemampuan sosialisasi yang baik maka anak akan mampu berinteraksi dengan berbagai macam karakter yang berbeda. Selain itu kemampuan sosialisasi yang baik sangat menunjang kesuksesan anak dimasa mendatang.

2. Melatih Kemampuan Berbahasa
Ketika mengikuti sekolah PAUD anak akan berinteraksi dan juga berkomunikasi dengan teman-teman dan juga gurunya. Semakin sering anak melakukan komunikasi maka kemampuan berbahasa anak semakin berkembang dengan baik. Dengan memiliki kemampuan berbahasa yang baik, anak akan mudah menyampaikan perasaan, pendapat dan juga gagasan. Selain itu kemampuan berbahasa yang baik juga memudahkan seseorang untuk beradaptasi dan  berinteraksi dengan orang lain.

3. Membangun Kecerdasan Emosional
Menurut penelitian, penunjang utama kesuksesan seseorang dimasa depan 80 % ditentukan oleh kecerdasan emosional. Oleh karenanya alangkah lebih baik jika kita menyekolahkan anak ke PAUD. Hal ini sebagai bekal untuk meningkatkan kecerdasan emosional. Salah satu kecerdasan emosional yang dikembangkan adalah empati. Ketika anak berada di lingkungan sekolah maka kemampuan berempati akan berkembang dengan cukup baik. Di sekolah mereka akan diajarkan untuk menolong teman yang kesulitan kemudian juga diajarkan untuk saling bekerja sama. Dengan kecerdasan emosional yang baik maka di masa depan anak akan memiliki kepedulian dan kepekaan yang tinggi terhadap situasi dan kondisi orang lain. Selain itu anak juga memiliki kemampuan yang baik dalam menempatkan posisinya dalam sebuah lingkungan.
Sumber gambar : Pixabay.com


4. Mengembangkan  Kecerdasan Multiple Anak
Usia prasekolah adalah usia yang sangat bagus untuk mengembangkan kecerdasan multiple anak. Menurut Howard Gardner kecerdasan multiple terdiri dari sembilan tipe kecerdasan yaitu, kecerdasan linguistik, kecerdasan logika matematika, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, musical, emosi interpersonal, emosi intrapersonal, dan naturalis. Dengan memasukkan anak ke sekolah PAUD maka orang tua bisa mengetahui lebih dini kecerdasan yang dimiliki oleh sang anak. Sehingga nantinya orang tua akan lebih mudah mengarahkan anak dan memberikan pendidikan yang tepat sesuai dengan tipe kecerdasan yang dimilikinya.

5. Melatih Rasa Percaya Diri.
Ketika sejak kecil anak sudah terbiasa berinteraksi dengan orang lain. Maka rasa percaya diri anak mulai terbangun. Sehingga anak tidak menjadi pemalu dan berani menunjukkan kemampuan dan bakat yang dimilikinya. Tentunya ini adalah hal positif yang diharapkan oleh setiap orang tua. Dengan memiliki rasa percaya diri yang baik dimasa mendatang anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tegas, bertanggung jawab  dalam pilihan dan selalu memiliki semangat yang positif. selain itu rasa percaya diri  juga akan  memperbesar peluang karir sang anak.

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dalam Era Digital

Dalam era digital, tumbuh kembang anak akan selalu berdampingan dengan kecanggihan teknologi. Selain beragam manfaat positif dari kecanggihan teknologi. Kecanggihan teknologi juga dapat merusak tumbuh kembang anak. Salah satu diantaranya anak kurang bersosialisasi karena terlalu sering bermain game. Tentu saja hal ini akan mengganggu psikologis anak, berdasarkan penelitian yang dilakukan Family Online Safety dan Heart Research dalam tulisan yang berjudul " Parenting in the Digital Age" anak akan tumbuh menjadi pribadi yang temperamen. 

Beberapa waktu lalu media massa memberitakan puluhan anak di semarang mengalami gangguan mental akibat kecanduan bermain game di gadget. Tentunya hal ini harus menjadi perhatian penting bagi orang tua dan pihak sekolah. Supaya membekali anak tentang  cara memanfaatkan kecanggihan teknologi  secara bijaksana.

Maka dari itu pendidikan anak usia dini yang selaras dengan perkembangan teknologi mutlak dilakukan. Karena 25 tahun mendatang mereka merupakan tulang punggung dari pembangunan bangsa. Dengan mengedukasi tentang pemanfaatan teknologi sejak dini. Diharapkan anak bisa menggunakan kecanggihan teknologi untuk menambah wawasan, aktualisasi diri dan juga untuk mengembangkan peluang ekonomi.

Agar anak terhindar dari dampak negatif kecanggihan teknologi. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua dalam pendidikan anak usia dini dalam era digital. 
1. Membatasi penggunaan gadget
2. Mendampingi anak saat menggunakan gadget
3. Mencarikan konten yang berfungsi untuk meningkatkan kecerdasan anak

Selain kegiatan-kegiatan diatas, memasukkan anak ke PAUD merupakan tindakan yang tepat. Karena sekolah PAUD memberikan pengetahuan dan juga menanamkan karakter positif sedini mungkin. Sehingga nantinya anak tumbuh menjadi  pribadi yang kreatif dan inovatif yang mampu memaafkan kecanggihan era digital untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya.
Sumber gambar:https://www.appletreebsd.com/

Memasukkan anak ke sekolah  PAUD memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak. Berikut ini adalah beberapa manfaat pendidikan paud diera digital.

1. Menumbuhkan kreativitas anak.
Dengan dibekali ilmu pengetahuan sejak dini, maka kreativitas anak lebih cepat berkembang. Karena dalam era digital banyak sekali kemudahan yang diberikan dalam memperoleh informasi dan juga ilmu pengetahuan. Sehingga nantinya  anak tidak hanya akan menjadi konsumen dari kecanggihan teknologi. Sebaliknya anak akan mampu menciptakan hal-hal baru yang membawa manfaat.

2.  Terhindar dari dampak negatif dari kecanggihan teknologi era digital.
Dengan menanamkan karakter positif sejak dini, maka anak akan memiliki filter terhadap hal-hal yang akan merusak masa depannya. Sehingga diera digital ini anak akan bijaksana menggunakan kecanggihan teknologi. Anak nantinya akan memanfaatkan kecanggihan teknologi era digital untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

Sejalan dengan keinginan para orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi buah hatinya. Salah satu institusi PAUD di Indonesi Aplle Tree Pre-School BSD hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut.  Dengan kurikulum modern yang terintegrasi, PAUD Apple Tree Pre- School bertujuan mengembangkan berbagai kecerdasan anak selain itu juga memfasilitasi dan mengasuh anak melalui pendidikan standar tinggi. Sehingga akan lahir generasi-generasi emas bangsa yang cerdas dan berkarakter.

Untuk memberikan pendidikan yang berstandar tinggi, Apple Tree Pre-School BSD menggunakan kurikulum singapura, yang merupakan  kurikulum terbaik  se-ASEAN. Selain itu untuk pendukung perkembangan anak agar sesuai dengan periode pertumbuhannya. PAUD Apple Tree Pre-School BSD menyediakan kelas sesuai dengan  perkembangan anak yang didasarkan pada kekuatan, kebutuhan dan kemampuan anak. Sehingga kemampuan tiap anak bisa berkembang dengan optimal.

Sumber gambar : https://www.appletreebsd.com/

Bersama Aplle Tree Pre-School BSD dengan kurikulum modern  yang terintegrasi. Orang tua telah berperan dalam membekali anak dengan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan juga membekali kemampuan untuk bersaing diera  digital.

#appletreebsd

Sumber :https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_anak_usia_dini


Keluarga Sebagai Penggerak Budaya Literasi




Sumber gambar : Pixabay.com
Keluarga merupakan pondasi pertama dalam menanamkan pendidikan. Dalam keluarga, anak memperoleh pendidikan pertama tentang tata cara menjalani kehidupan. Mereka akan diajarkan tentang beragam nilai dan norma dalam masyarakat. Sehingga nantinya sang anak bisa menjalani kehidupan sesuai dengan tata cara dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Oleh karenanya peran keluarga terutama orang tua sangatlah penting dalam penanaman karakter anak. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan oleh keluarga ini nantinya akan melekat pada diri anak dan akan menjadi kepribadiannya.

Diera ini selain menanamkan nilai-nilai dasar dalam kehidupan masyarakat. Keluarga juga memiliki peran tambahan yakni menanamkan pendidikan literasi kepada anak-anaknya. Memang seyogyanya pula pendidikan literasi tidak hanya dilakukan oleh pihak sekolah. Namun keluarga juga harus menjadi pionir dalam menanamkan pendidikan literasi. Pendidikan literasi ini penting sekali karena bisa mengasah pola pikir anak. Sehingga di masa depan anak-anak memiliki filter untuk memilah-milah informasi yang benar. Tanpa dibekali kemampuan literasi yang baik anak-anak kita akan menjadi korban dari berita-berita yang tidak bertanggung jawab. Berdasarkan dari data UNESCO bangsa Indonesia hanya memiliki minat baca sebesar 0,001%. Ini artinya diantara 1000 orang, hanya ada 1 orang yang memiliki minat baca. Hal ini tentunya menjadi pemacu kita untuk menggiatkan gerakan literasi.

Tidak dipungkiri saat ini semakin banyak keluarga yang mulai melakukan gerakan literasi sejak dini kepada buah hatinya. Mereka menginginkan agar anak sejak dini mencintai buku-buku. Sehingga nanti menjadikan buku sebagai salah satu kebutuhannya. Dan mendekatkan anak pada buku merupakan salah satu cara yang ampuh agar anak tidak mengalami ketergantungan terhadap gawai. Telah kita ketahui bersama bahwa pengaruh gawai sangatlah tidak baik bagi perkembangan anak. Baik perkembangan secara sosial maupun secara motorik. Bahkan kecanduan gawai bisa menyebabkan anak mengalami tantrum yang berlebihan. Baru-baru ini juga ada sebuah pemberitaan di media bahwa puluhan anak di Semarang, Jawa Tengah mengalami gangguan mental akibat kecanduan bermain game. Hal ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi kita tentang dampak negatif gawai bagi anak kita. Selain itu pula penggunaan gawai juga menyebabkan anak kurang beraktivitas di luar sehingga menyebabkan anak kurang bersosialisasi dengan temannya dan juga bisa menyebabkan anak obesitas. Karena anak kurang melakukan aktivitas yang membakar kalori.


Bagi orang tua yang memiliki dana untuk menanamkan kegiatan literasi bisa sangat mudah memberi buku-buku yang berkualitas dengan harga yang fantastis. Tetapi sebenarnya banyak pula buku yang memiliki harga standar tetapi kualitasnya juga cukup bagus. Sebenarnya kita bisa menyesuaikan harga buku dengan isi kantong kita. Hal yang terpenting adalah niat kita. Dengan niat yang sungguh-sungguh maka harga bukanlah halangan.  Karena di zaman sekarang buku adalah sebuah prioritas bagi sang anak. Buku bukan lagi kebutuhan sekunder, namun sudah menjadi kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh keluarga. Dengan membekali anak dengan kemampuan literasi yang baik, maka dimasa mendatang anak akan tubuh menjadi pribadi yang penuh percaya diri, kreatif dan tentunya memiliki daya nalar dan analisis yang bagus. Sehingga hal ini bisa membantu sang anak untuk memperoleh masa depan yang gemilang.
                                                   
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menyediakan buku-buku sebagai penunjang kegiatan literasi bagi anak:

Pertama,  menabung harian.  Tidak perlu nominal yang banyak, yang penting tiap hari rutin menabung maka akan terkumpul uang yang cukup banyak untuk membeli buku. Misalnya saja, setiap hari rutin menabung Rp 2000, maka dalam satu bulan akan terkumpul uang sebesar Rp 60.000,. Dengan jumlah uang tersebut maka kita bisa membeli 1-2 buku hingga lebih tergantung dari harga bukunya.

Kedua, mengikuti arisan buku. Dengan mengikuti arisan buku maka akan memudahkan kita untuk membuat anggaran dana untuk membeli buku. Dan jika harga buku mahal, maka akan dengan mudah terjangkau. Sehingga dengan demikian tidak begitu menganggu keuangan keluarga.

                                                         
Ketiga, membeli buku dengan cara kredit. Cara ini bisa kita lakukan jika kita belum memiliki cukup uang untuk membeli buku-buku. Tetapi memang tidak semua penjual buku menggunakan sistem ini. Oleh karenanya, kita harus mencari penjual buku yang bisa dibeli dengan cara kredit.

Keempat, mengajak anak ke taman bacaan. Dengan cara ini kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli buku. Kita tinggal mengajak anak kita pergi ke taman bacaan. Biasanya di taman bacaan tidak dikenakan biaya masuk. Semua anak boleh membaca buku yang disediakan tanpa dipungut biaya. Tetapi jika ingin membacanya di rumah kita bisa melakukan peminjaman.


                                  
                                               Sumber gambar : Pixabay.com
Setelah mengenalkan anak dengan buku-buku, tahap selanjutnya adalah mengajarkan anak untuk menuliskan informasi yang diperoleh. Cara pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan membiasakan anak-anak untuk menulis buku harian. Kita ajarkan supaya anak menuliskan kegiatan sehari-hari. Setelah anak terbiasa menuliskan kegiatan sehari-hari, selanjutnya diarahkan untuk menuliskan kembali informasi-informasi yang telah diterima dengan bahasanya sendiri.

            Ketika anak sudah terbiasa menuliskan informasi yang didapat. Langkah selanjutnya, ajarkan anak untuk berani menyampaikan informasi yang telah diperoleh secara lisan. Ajarkan anak untuk terbiasa berdiskusi sehingga dengan cara ini informasi yang disimpan di otak bisa tergali. Dengan terlatih berdiskusi maka akan semakin membuat daya nalar semakin berkembang. Sehingga bisa menyaring informasi-informasi yang bermanfaat dan membuang informasi yang tidak akurat.

Penanaman budaya literasi sejak dini memiliki manfaat yang luar biasa bagi perkembangan tumbuh kembang sang anak. Berikut ini adalah manfaat penanaman budaya literasi sejak dini bagi sang anak:

Pertama, menambah kosakata anak. Ketika membaca buku maka anak akan mengenali berbagai macam kosakata. Semakin banyak anak mengenal kosakata maka anak akan memiliki perbendaharaan kosakata yang cukup banyak. Dengan demikian maka anak akan mudah dalam berkomunikasi. Sehingga dimasa mendatang anak memiliki kemampuan yang cukup ketika harus melakukan komunikasi dengan banyak orang.

Kedua, meningkatkan kemampuan kognitif anak. Dengan membaca buku maka ilmu pengetahuan sang anak akan bertambah. Buku-buku tersebut akan menyajikan aneka macam ilmu pengetahuan. Sehingga semakin banyak buku yang dibaca maka akan semakin banyak pula pengetahuan yang didapat.

Ketiga, meningkatkan kemampuan analisa anak. Semakin banyak membaca, maka akan semakin banyak pula informasi yang diperoleh sang anak. Dengan demikian anak tidak akan mudah terpengaruh dengan informasi-informasi yang tidak bertanggung jawab. Karena anak yang memiliki banyak informasi tidak akan begitu saja percaya terhadap informasi yang diperoleh. Ia akan mencari berita pembanding untuk menilai apakah informasi tersebut akurat atau tidak.

Keempat, meningkatkan daya imajinasi anak. Dengan membaca banyak buku maka anak akan memiliki beragam gambaran dari informasi yang diterima. Hal ini nantinya yang akan membuat kemampuan imajinasi anak semakin berkembang. 

Mengingat pentingnya peranan literasi bagi perkembangan sang anak. Maka seyogyanya keluarga menjadi fasilitator pertama dalam penyediaan bahan-bahan kegiatan literasi. Karena merawat anak tidak hanya cukup memberi asupan makanan yang bergizi tetapi buku-buku yang bergizi juga memegang peranan penting bagi keberhasilan anak dimasa mendatang. Dengan kemampuan literasi yang baik, maka generasi kita akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan memiliki daya nalar yang tinggi. Hal ini tentunya bermanfaat sekali bagi kemajuan bangsa kita. Karena salah satu indikator kemajuan bangsa ditentukan dengan tingginya budaya literasi.


 #SahabatKeluarga
 #LiterasiKeluarga